Tertangkap Nyabu, Anggota Dewan Fraksi PKB Dipecat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Siswowidodo

    ANTARA/Siswowidodo

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Timur memecat Indra Iskandar, anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pasuruan yang tertangkap basah nyabu bareng dua wanita penghibur di sebuah hotel di Surabaya. Indra tidak hanya dipecat dari keanggotaan partai tapi juga dipecat dari anggota Dewan.

    "Semua surat pemecatannya sudah kami kirimkan ke Pasuruan," kata Ketua DPW PKB Jawa Timur Halim Iskandar ketika dihubungi Tempo, Jumat, 20 November 2015.

    Surat pemecatan Indra dari keanggotaan partai tertuang dalam surat tertanggal 19 November 2015. Surat keputusan itu ditandatangani Ketua DPW PKB Halim Iskandar dan Sekretaris DPW PKB Jawa Timur Thoriqul Haq.

    Surat lainnya adalah surat untuk Dewan Pimpinan Cabang PKB Kota Surabaya agar segera melakukan pergantian antar-waktu (PAW) untuk Indra. "Sudah kami kirimkan ke DPC PKB Kota Pasuruan maupun ke DPP PKB."

    Sebelum mengeluarkan surat keputusan itu, kata Halim, PKB Jawa Timur telah memastikan lebih dulu kepada polisi apakah yang ditangkap polisi gara-gara nyabu adalah Indra. Setelah terbukti yang ditangkap memang Indra, maka DPW PKB langsung mengeluarkan surat pemecatan itu. "Surat pemecatan itu memang usul DPW tapi DPP PKB sudah tahu, sudah kami hubungi dan DPP sepakat nanti surat DPP menyusul."

    Halim menyesalkan pemakaian narkoba terjadi pada salah satu anggota PKB. Menurut Halim, seharusnya seorang anggota Dewan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. "Kemarin anggota Dewan juga sudah bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberantas narkoba."

    Indra ditangkap polisi bersama dua gadis. Polisi menyita barang bukti sabu seberat 1,78 gram beserta pipetnya.

    Kasus ini bermula dari pengakuan dua gadis yang ditangkap lantaran kedapatan membawa pil ineks. Dalam pemeriksaan, keduanya mengaku mendapat pil itu dari Indra. Polisi pun kemudian mengembangkan dan menangkap pelaku.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.