Kerjasama Bilateral Indonesia-Australia Diperkuat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), memberi tanggapan terkait pencatut nama Presiden Joko Widodo di Jakarta, 19 November 2015. Pencatutan ini berkaitan dengan perpanjangan kontrak Freeport Indonesia.  TEMPO/Subekti.

    Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), memberi tanggapan terkait pencatut nama Presiden Joko Widodo di Jakarta, 19 November 2015. Pencatutan ini berkaitan dengan perpanjangan kontrak Freeport Indonesia. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia akan kembali membaik. Hubungan kedua negara ini sempat renggang karena eksekusi mati terhadap warga Australia yang menjadi terpidana kasus narkoba yakni Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

    “Kami sepakat hubungan kedua negara harus dikembalikan pada tataran yang baik dan mereka setuju,” kata Luhut di kantornya, Kamis, 19 November 2015. Luhut baru saja berkunjung ke Sidney selama dua hari, Senin dan Selasa lalu. Ini adalah kunjungan perdana Luhut untuk bertemu dengan pejabat Australia setelah hubungan kedua negara memanas karena eksekusi mati warga Australia.

    Selama di Australia, Luhut bertemu dengan Jaksa Agung, Menteri Hukum, Kepala Badan Intelijen, serta Kepolisian Australia. Hasil dari pertemuan ini, Luhut mengatakan kedua pemerintah bersepakat akan memperkuat kerja sama khususnya mengenai isu terorisme, narkoba, dan hukuman mati.

    Mantan Kepala Kantor Staf Kepresidenan ini mengatakan pertemuan dua hari itu berlangsung intensif. Selain itu, Luhut juga menjadi pembicara seminar terkait penanganan teroris di Sidney, Selasa kemarin.

    Untuk menindaklanjuti kerja sama tersebut, pemerintah Indonesia akan mengirim tim ke Australia pada 21 Desember tahun ini. Tim itu rencananya terdiri atas Luhut, Menteri Pertahanan, dan Menteri Luar Negeri. “Kami juga sepakat ke depan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia akan melakukan percakapan-percakapan telepon secara reguler yang bisa mempererat hubungan pribadi mereka, sehingga jika ada permasalahan bisa diselesaikan tanpa ada publikasi seperti waktu-waktu yang lalu,” kata Luhut.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.