Rel Disabotase, Perjalanan KA Batara Kresna Terhadang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Nita Dian

    TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.CO, Sukoharjo - Perjalanan Kereta Api Batara Kresna jurusan Solo menuju Wonogiri sempat terhenti lantaran ada tumpukan batu di tengah rel, Selasa, 17 November 2015. Diduga, batu tersebut dipasang pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyabotase perjalanan kereta api perintis itu.

    Menurut informasi yang diperoleh Tempo, gangguan perjalanan kereta api itu terjadi di jalur yang melintas di Sukoharjo, tepatnya di Kecamatan Mojolaban. Beruntung, masinis sempat melihat tumpukan batu itu dan berhenti sebelum menabraknya. "Kereta sempat berhenti beberapa menit untuk membersihkan jalur," kata juru bicara PT Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta, Gatut Sutiyatmoko.

    Masinis lantas membuat laporan atas kejadian tersebut, yang kemudian diserahkan ke pemimpin perjalanan kereta api di Stasiun Sukoharjo. Pihak stasiun kemudian berkoordinasi dengan Polsuska dan melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.

    Atas kejadian tersebut, pihaknya telah memerintahkan masinis untuk lebih waspada dalam mengawasi keamanan jalur rel kereta api. Pengecekan jalur berkala oleh petugas stasiun juga semakin ditingkatkan. "Kami belum bisa memperkirakan motif dari kejadian ini," kata Gatut.

    Kepala Kepolisian Resor Sukoharjo Ajun Komisaris Besar Andy Rifa'i mengatakan pihaknya belum bisa memastikan pelaku pemasangan batu tersebut. "Kami sudah memerintahkan Polsek Mojolaban untuk mendalami kasus ini," katanya.

    Namun dia menduga sabotase itu dilakukan oleh masyarakat yang merasa terganggu dengan keberadaan kereta api perintis tersebut. Seperti diketahui, jalur rel kereta api Solo-Wonogiri sudah tidak aktif selama sekitar empat tahun. Kemudian, jalur itu baru kembali diaktifkan pada Maret tahun ini. "Mungkin ada yang merasa terganggu," katanya.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.