Lahir di Cincinnati, Badak Sumatera Ini Kembali ke Lampung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andatu, bayi badak hasil perkawinan badak betina bernama Ratu (12 thn) dan badak jantan bernama Andalas (11 thn), bersama induknya di Suaka Rhino Sumatera, Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Foto: Kementerian Kehutanan/Yayasan Badak Indonesia/International Rhino Foundation

    Andatu, bayi badak hasil perkawinan badak betina bernama Ratu (12 thn) dan badak jantan bernama Andalas (11 thn), bersama induknya di Suaka Rhino Sumatera, Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Foto: Kementerian Kehutanan/Yayasan Badak Indonesia/International Rhino Foundation

    TEMPO.CO, Bandung - Yayasan Badak Indonesia (YABI) berhasil memulangkan seekor badak Sumatera bernama Harapan dari Cincinnati Zoo, Amerika Serikat, ke Sumatran Rhino Sanctuary, Taman Nasional Way Kambas, Lampung.

    “Harapan diharapkan mampu berkembang biak seperti Andalas,” kata Ketua Yayasan Badak Indonesia (YABI) Widodo Ramono lewat siaran pers, 14 November 2015. Andalas adalah kakak Harapan.

    Harapan merupakan badak Sumatera ketiga yang lahir di Kebun Binatang Cincinnati, Amerika Serikat, pada 2007, dari perkawinan badak jantan bernama Ipuh dan badak betina Emi.

    Sebelumnya, pasangan itu melahirkan Andalas pada 13 September 2001 dan Suci pada 2004. Orang tua mereka adalah badak Sumatera hasil tangkapan program penyelamatan badak-badak Sumatera yang kehilangan habitatnya karena perubahan penggunaan lahan di daerah hutan Riau, Jambi, dan Bengkulu pada periode 1985-1992.

    Keluarga kakak-adik Andalas dan Harapan telah mati karena faktor usia tua dan kesehatan. Kedatangan Harapan ke Lampung melewati proses yang cukup panjang.

    Dimulai dari kesediaan Cincinnati Zoo mengembalikan Harapan ke Indonesia tertanggal 4 Mei 2015 serta melalui banyak diskusi untuk mempertimbangkan kepulangannya ke Indonesia. “Antara lain dengan adanya dugaan bahwa Harapan menderita sakit dan laporan status kesehatannya diragukan,” ujarnya.

    Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem dengan rekomendasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengeluarkan surat izin Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) pada 5 Agustus 2015, kemudian dari pemerintah Amerika Serikat. Persyaratan kesehatan Harapan akhirnya dinilai memenuhi ketentuan.

    Harapan diterbangkan dengan menggunakan pesawat cargo Cathay Pacific setelah diangkut dari Cincinnati Zoo, Ohio, pada 30 Oktober 2015, dan tiba di Indonesia pada 1 November 2015, dengan transit di Anchorage dan Hong Kong.

    Keseluruhan perjalanan Harapan berjarak sekitar 10.253 mil selama 53 jam, dengan menggunakan tiga moda transportasi yaitu udara, laut, dan darat. Harapan akhirnya tiba dengan selamat di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas, Lampung, sekitar pukul 02.30 WIB

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.