Dampak Barujari, Penutupan Bandara Selaparang hingga Jumat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandar Udara Selaparang. TEMPO/Arif Fadillah

    Bandar Udara Selaparang. TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penutupan Bandara Selaparang, Lombok, Nusa Tenggara Barat, diperpanjang hingga Jumat, 13 November 2015, pukul 08.00 WIB atau 09.00 Wita, karena masih terdampak aktivitas Gunung Barujari, anak Gunung Rinjani.

    "Bandara Selaparang, Lombok, masih ditutup karena pengaruh gerakan angin yang masih ke arah timur," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan J.A. Barata dalam siaran pers kementerian, Kamis, 12 November 2015.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan anak Gunung Rinjani yang berada di wilayah Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, meletus, Selasa, 3 November 2015.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan tinggi letusan gunung itu sampai sekitar 1.000 meter di atas Kawah Barujari. Kondisi yang demikian menyebabkan operator menghentikan sementara kegiatan bandara.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.