Polisi Ungkap Jejak Bergabungnya Direktur BP-Batam ke ISIS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak kecil melintas di dekat bangunan yang hancur usai dihantam bom. Terlihat jalanan yang retak akibat terhantam ledakan keras, Rusia mengerahkan pesawat tempur untuk menggempur ISIS.  Aleppo, Suriah, 13 Oktober 2015. REUTERS/Hosam Katan

    Seorang anak kecil melintas di dekat bangunan yang hancur usai dihantam bom. Terlihat jalanan yang retak akibat terhantam ledakan keras, Rusia mengerahkan pesawat tempur untuk menggempur ISIS. Aleppo, Suriah, 13 Oktober 2015. REUTERS/Hosam Katan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Humas Markas Besar Inspektur Jenderal Anton Charliyan membenarkan bahwa Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Badan Pengusahaan (BP) Batam Dwi Djoko Wiwoho terlibat dalam jaringan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

    Anton kemudian menceritakan kronologi rencana keberangkatan Dwi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. "(Awalnya) dia mohon cuti, (padahal) sebetulnya dia sudah mengajukan untuk ke Belanda minta visa, tapi ternyata visanya tidak dibawa," ujarnya di Mabes Polri, Selasa, 10 November 2105.

    Anton menuturkan, setelah itu, Dwi terindikasi bersama istrinya berangkat hendak ke Istanbul. Dwi sebetulnya mengajukan cuti sampai 1 September 2015, tapi sampai hari ini ia tidak kembali.

    Anton mengatakan yang bersangkutan mengirim pesan kepada atasannya untuk meminta tolong agar pesannya disampaikan kepada orang tuanya bahwa ia akan berhijrah dan akan bergabung dengan ISIS. "Jadi, sampai sekarang belum kembali," ucapnya.

    Untuk itu, Anton mengaku kepolisian terus mengecek data, komunikasi, dan informasi serta siapa yang mempengaruhi hingga akhirnya Dwi pergi dan bergabung dengan ISIS. Untuk sementara, kasus ini masih dalam proses penyelidikan. "Kalau belum kembali, kami tunggu dia kembali," katanya.

    Anggota tim ahli Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menyatakan bahwa Direktur PTSP-BP Batam Dwi Djoko Wiwoho bergabung dengan kelompok militan ISIS. Namun BNPT masih menunggu hasil investigasi untuk menguatkan keterlibatan Dwi Djoko di ISIS.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.