Kalla Upacara di Kalibata, Tabur Bunga di Makam Adam Malik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden, Jusuf Kalla (kedua kanan), didampingi ibu Mufidah Kalla (kanan) melakukan tabur bunga ke sejumlah makam pahlawan usai Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional, Kalibata, Jakarta, 10 November 2014. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Wakil Presiden, Jusuf Kalla (kedua kanan), didampingi ibu Mufidah Kalla (kanan) melakukan tabur bunga ke sejumlah makam pahlawan usai Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional, Kalibata, Jakarta, 10 November 2014. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berbagi tugas untuk mengikuti upacara Hari Pahlawan. 

    Jokowi berada di Surabaya menjadi inspektur upacara di Lapangan Tugu, Surabaya. Sedangkan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengikuti upacara di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Kalla didampingi sejumlah menteri dalam upacara yang dimulai pukul 08.00 tersebut.

    Upacara dimulai dengan laporan komandan upacara kepada inspektur upacara. Setelah penghormatan kepada arwah pahlawan, dibunyikan sirene selama satu menit untuk mengenang para pahlawan. 

    Kalla sempat meletakkan karangan bunga di makam beberapa pahlawan, yaitu Adam Malik, Umar Wirahadikusuma, Sudharmono, dan Ratu Emma Norma Sudharmono. Kalla juga melakukan tabur bunga di makam Taufik Kiemas, Hasri Ainun Habibie, serta makam para pahlawan revolusi. Upacara ditutup dengan pembacaan doa dan memberikan penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan.

    Sejumlah menteri yang turut mendampingi Wakil Presiden dalam upacara adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dan Jaksa Agung Prasetyo.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?