Sambut Jokowi, Pegawai Negeri Wajib Berbaju ala Pahlawan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pejuang Indonesia menahan serangan tentara Sekutu saat pertemuran 10 Nopember di sepanjang jalan Tunjungan, Surabaya, 9 November 2014. TEMPO/Fully Syafi

    Sejumlah pejuang Indonesia menahan serangan tentara Sekutu saat pertemuran 10 Nopember di sepanjang jalan Tunjungan, Surabaya, 9 November 2014. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Surabaya - Pegawai negeri sipil Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan diri menyambut Presiden Joko Widodo. Mereka mengenakan  baju bertema pahlawan saat Jokowi tiba di Surabaya, Selasa, 10 November 2015, yang bertepatan dengan Hari Pahlawan.

    "Ini untuk menyambut Presiden Jokowi yang jadi inspektur upacara di Tugu Pahlawan," ujar Wakil Gubernur Syaifullah Yusuf kepada Tempo, Senin, 9 November 2015.

    Syaifullah  menambahkan, instruksi memakai baju pahlawan bagi para pegawai adalah bentuk ucapan terima kasih kepada Presiden Jokowi. Sebab, Presiden Jokowi telah bersedia menjadi inspektur upacara Hari Pahlawan di Surabaya. "Ya, ini kan pertama kali presiden jadi inspektur upacara Hari Pahlawan di Surabaya," ujarnya.

    Nantinya, para pegawai yang memakai baju pahlawan akan menyambut Jokowi saat berada di depan Tugu Pahlawan. Para pegawai akan berada di sisi kanan jalan dan berbaris rapi.
    "Insya Allah kami akan melakukan itu besok," ujarnya.

    Seorang pegawai di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jawa Timur yang menolak disebutkan namanya membenarkan pada 10 November akan memakai baju pahlawan. Ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur.

    "Iya, besok setelah melakukan apel pagi kami akan berjejer di depan kantor Pemprov Jatim untuk menyambut Presiden Jokowi," ujarnya.



    EDWIN FAJERIAL

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?