Gempa Susulan Landa Alor, 4 Ribu Jiwa Masih Ngungsi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 2space.net

    2space.net

    TEMPO.COKupang - Sedikitnya 4.430 orang warga Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, masih tinggal di tempat pengungsi dan rumah ibadah setelah rumah mereka roboh akibat gempa. 

    "Gempa susulan masih melanda daerah ini," kata petugas PMI Kabupaten Alor, Semi Date Moli yang dihubungi Tempo, Jumat, 6 Noveember 2015.

    Gempa bumi berkekuatan 6,2 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Alor pada Rabu, 4 November 2015. Pusat gempa terletak di laut, sekitar 28 kilometer timur laut Kabupaten Alor dengan kedalaman episentrumnya 89 kilometer. 

    Bupati Alor Amon Djobo mengatakan, dua kecamatan yang paling parah diguncang gempa, yakni Kecamatan Alor Timur dan Alor Selatan. 

    Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Alor menyebutkan desa terparah adalah Desa Maritaeng, Kecamatan Alor Timur. Hampir seluruh rumah di desa ini roboh akibat lindu. 

    Tak hanya itu, dua gereja rusak sehingga ribuan warga desa harus mengungsi ke halaman SD Mariataeng. "Di tempat pengungsian warga membangun tenda seadanya," kata Semi Date Moli.

    Di sekolah ini, ada 265 kepala keluarga yang mengungsi dengan jumlah jiwa 1.335 orang. Ada 7 orang dilaporkan luka ringan. Sarana prasana umum hampir seluruhnya rusak ringan dan berat. "Akses jaringan telepon masih berfungsi, namun akses jalan ke Desa Maritaing terputus akibat longsor," katanya.

    Desa lain yang juga terdampak gempa, yakni Desa Mausamang, Kelurahan Kolana Utara dan Selatan, Tanglapui Timur, Elok. Sementara itu, di Kecamatan Selatan desa yang terdampak gempa di antaranya Tamnapui, Nailang, Kamot, dan Kecamatan Alor Tengah, Desa Desa Likuatang.

    Menurut dia, pihaknya sempat kesulitan menyalurkan bantuan bagi korban gempa di posko Maritaeng karena lokasi jalan yang terputus akibat gempa itu. Sebab itu, bantuan baru tersalurkan pada Jumat pagi.

    Bantuan yang sudah disalurkan dari PMI di antaranya tenda mie instan, terpal, beras, selimut 32 lembar, masker, tikar, dan air mineral 38 dus. "Bantuan dari dinas sosial, BPBD juga telah disalurkan, dan saat ini Bupati Alor sedang berada di lokasi gempa," katanya.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?