Alumnus Madrasah Raih Beasiswa ke Jepang

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Total sudah ada 20 alumnus madrasah yang memperoleh beasiswa studi S-1 di Jepang.

    Total sudah ada 20 alumnus madrasah yang memperoleh beasiswa studi S-1 di Jepang.

    INFO KEMENAG - Sudah bukan mimpi lagi bila alumnus madrasah bisa melanjutkan studi Strata 1 (S-1) ke luar negeri. Direktorat Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah membuka kerja sama beasiswa dengan sejumlah perguruan tinggi di Jepang.

    Hingga saat ini sudah dilakukan penyeleksian secara ketat dan sudah dikirim secara bertahap para alumnus yang lolos seleksi.  Sebanyak 11 alumnus madrasah telah dikirim untuk studi S-1 ke Jepang pada gelombang pertama. Gelombang kedua 6 alumnus madrasah juga sudah berangkat.

    Pada Selasa, 15 September 2015, Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan secara resmi melepas tiga alumnus madrasah lagi untuk belajar ke Jepang. “Total sudah ada 20 alumnus madrasah yang memperoleh beasiswa studi S-1 di Jepang,” ujarnya.

    Tiga alumnus madrasah tersebut adalah Muthi’a Cahyaningsukma (alumnus MTsN 2 Kediri dan MAN Insan Cendekia Serpong), Siti Zulfa Azzahra (alumnus MAN 4 Jakarta), dan Fadheel Muhammad Ibadurrahman (alumnus MAN 13 Jakarta). “Mereka menerima beasiswa Living Cost dari Kementerian Agama. Adapun untuk biaya kuliah, mereka difasilitasi Lembaga Nan Unggul Indonesia yang dipimpin Junaidi Gafar,” katanya.

    Sebelumnya, siswa-siswi tersebut lebih dulu melewati seleksi yang berlangsung selama satu setengah bulan. Pada tahap awal, Direktorat Pendidikan Madrasah bekerja sama dengan Lembaga Nan Unggul Indonesia mengadakan tes di beberapa kota diikuti 181 siswa/i madrasah. Dari hasil test tahap I dan II, sebanyak 10 siswa/i lolos sampai tahap wawancara dengan universitas di Jepang.

    Hasil akhir tahap wawancara, sebanyak 3 orang lolos tes dan diterima di Ritsumeikan Asia-Pacific University. Siswa asal MAN Insan Cendekia Serpong mencatat prestasi mendapat kesempatan untuk menerima beasiswa penuh (Tuition Fee dan Living Cost) dari pemerintah Jepang untuk melanjutkan studi di Tohoku University.

    Para penerima beasiswa akan menerima beasiswa Living Cost selama 4 tahun (September 2015 s/d Agustus 2019). Dalam masa studi, siswa dituntut menunjukkan prestasi yang maksimal dan dapat membawa harum nama madrasah.

    M. Nur Kholis Setiawan secara khusus menekankan pentingnya siswa menjaga identitas keislaman dan menunjukkan prestasi sehingga mampu menciptakan image positif di luar negeri tentang siswa-siswi yang berlatar belakang pendidikan madrasah. Selain itu, M. Nur Kholis menggagas untuk menulis buku tentang keberhasilan siswa/i asal madrasah di berbagai bidang dalam kancah internasional agar menjadi penyemangat dan inspirasi bagi siswa/i lainnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.