Survey, Kepuasan Publik Atas Kinerja Jokowi-JK Menurun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla dan sejumlah menteri memberikan keterangan pers sebelum melakukan kunjungan kenegaraan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 22 Maret 2015.  TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla dan sejumlah menteri memberikan keterangan pers sebelum melakukan kunjungan kenegaraan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 22 Maret 2015. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Senior Lingkaran Survei Jakarta (LSJ) Ikhsan Rosidi mengatakan satu tahun berkuasa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla mengalami penurunan dibandingkan enam bulan sebelumnya. “Ketidakpuasan publik menonjol dalam tiga hal yaitu ketidakmampuan pemerintah mengendalikan kurs dollar, bencana asap atau kebakaran hutan dan penanganan bidang olahraga. Di samping itu ketidakpuasan publik yang sangat tinggi terjadi di bidang hukum,” kata dia dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis, 5 November 2015.

    Tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Jokowi, kata dia, yang mengaku puas sedikit lebih banyak dibanding yang mengaku kurang puas. Persentasenya adalah 49,2 persen masyarakat mengaku puas dan 46,4 persen menyatakan kurang puas, sisanya mengaku tidak tahu. Sedangkan untuk Wakil Presiden Jusuf Kalla, masyarakat menilai puas sebesar 44,2 persen sedangkan menyatakan kurang puas sebesar 49,6 persen dan sisanya mengaku tidak tahu.

    Untuk masalah asap, menurut hasil survei, kinerja pemerintahan saat ini kurang memuaskan. Sebanyak 78,9 persen warga mengaku kurang puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla dalam mengatasi masalah asap dan kebakaran hutan. Hanya sebesar 14,6 persen saja responden yang mengatakan puas dengan upaya-upaya yang dilakukan pemerintah menangani masalah asap. Sementara 6,5 persen mengaku tidak tahu.

    Dalam bidang kesehatan, kinerja pemerintahan Jokowi mendapatkan apresiasi seementara bidang ekonomi dan olahraga tingkat kepuasan publik masih rendah. Di bidang ekonomi, tingkat kepuasan publik hanya sebesar 28,9 persen. Menurut Ikhsan, hasil ini mencerminkan kondisi nilai rupiah yang menurun. Bidang kesehatan dan pendidikan menduduki peringkat atas bahwa masyarakat menilai puas terhadap kinerja pemerintahan saat ini sebesar 62,3 persen untuk kesehatan dan 61,5 persen bidang pendidikan.

    “Sebagaimana survei-survei LSJ sebelumnya, baik nasioal maupun survei-survei Pilkada, kinerja pemerintah dalam bidang kesehatan dan pendidikan selalu mendapatkan apresiasi publik. Semakin membaiknya tingkat kepuasan warga terhadap kinerja pemerintahan di bidang pelayanan publik dalam satu tahun terakhir ini,” kata dia.

    Survei tersebut dilakukan dari tanggal 27-31 Oktober 2015. Ikhsan berujar bahwa populasi dari survei itu adalah warga negara Indonesia yang berusia minimal 17 tahun yang tersebar di 15 kota besar di Indonesia. Kota-kota tersebut adalah Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar, Manado, Ambon, Jayapura, Medan, Palembang, Padang, Pontianak, dan Balikpapan. “Jumlah sampel sebesar 831 responden dengan pencuplikan secara sistematis dengan margin error 3,4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen,” kata dia.

    Pengumpulan data, kata Ikhsan, dilakukan dengan teknik wawancara melalui telepon dengan pedoman kuisioner. Responden diambil secara proporsional yaitu 50 persen perempuan dan 50 persen laki-laki. Ikhsan menegaskan survei ini dilengkapi studi kualitatif berdasarkan analisis media dan studi kuantitatif berdasarkan sumber sekunder.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.