Dibekukan Ridwan Kamil, Bus Bandros Tetap Beroperasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan turun dari bis wisata Bandros untuk melihat sekitar Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, (25/5). TEMPO/Prima Mulia

    Wisatawan turun dari bis wisata Bandros untuk melihat sekitar Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, (25/5). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Bandung Tour on Bus (Bandros) masih tampak beroperasi di Kota Bandung pada Sabtu, 31 Oktober 2015. Padahal, sehari sebelumnya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memutuskan untuk membekukan sementara waktu pengoperasian kendaraan nyentrik itu.

    Pantauan Tempo, Bandros berwarna merah terlihat masih berseliweran mengangkut rombongan yang ingin melihat pemandangan Kota Bandung menggunakan Bandros. Terparkir di ruas jalan sekitaran Taman Cibeunying, Kota Bandung, kendaraan itu terlihat diisi sejumlah penumpang yang tengah berbincang-bincang juga ber-selfie ria dengan Bandros.

    Seorang penumpang, Selvi, 25 tahun, mengatakan sempat berputar-putar mengelilingi Kota Bandung bersama rombongannya menggunakan Bandros. Namun, ketika melewati kawasan Cibeunying, Bandros berhenti.
     
    "Saya juga enggak ngerti tiba-tiba diberhentiin, padahal saya udah booking sama rombongan buat keliling Bandung," ujar Selvi, wisatawan asal Jakarta, kepada Tempo, di Taman Cibeunying, Kota Bandung, Sabtu, 31 Oktober 2015.

    Pengurus Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung (BP2KB), Firman Hidayat, membenarkan bahwa Bandros merah yang dikelola pihaknya masih beroperasi di Kota Bandung. Alasannya, Firman hingga saat ini belum menerima informasi secara formal terkait dengan pembekuan Bandros di Kota Bandung.

    "Belum ada info yang merah, mah, tapi saya barusan secara informal dapat info dari koordinator bus lain, katanya Pak Wali (Wali Kota Bandung Ridwan Kamil) minta semua dihentikan," katanya.

    Maka itu, Firman langsung berkoordinasi dengan sopir yang menjalankan Bandros berwarna merah tersebut untuk segera menghentikan operasinya. "Barusan langsung kontak sopir supaya diberhentikan sampai putaran terakhir, soalnya tadi lagi jalan, nanggung. Tadi kembali ke Taman Cibeunying, berhenti di sana," ucapnya.

    Sebagaimana diketahui, pengoperasian Bandros terpaksa dibekukan sementara lantaran adanya kecelakaan nahas yang menyebabkan meninggalnya salah satu penumpang Bandros, Andy Setiawan Haryanto, yang terjatuh dari kendaraan nyentrik itu pada Rabu, 28 Oktober 2015.

    AMINUDIN A.S.

    Baca juga:
    Wah, Mourinho Tak Jamin Chelsea Masuk 4 Besar, Akan Dipecat?
    Jose Mourinho Terpuruk Gara-gara Wanita Cantik Ini?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.