Kata Ridwan Kamil Soal Mahasiswa Unpar Korban Bus Bandros  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Ridwan Kamil menuntun sepeda usai inspeksi mendadak ke Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil di Bandung, Jawa Barat, 22 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Walikota Ridwan Kamil menuntun sepeda usai inspeksi mendadak ke Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil di Bandung, Jawa Barat, 22 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku belum mengtahui ihwal tragedi mahasiswa yang jatuh dari atas bus Bandung Tour on Bus (Bandros), Rabu, 28 Oktober 2015 siang. Dia meminta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung untuk mengecek kebenarannya. "Lagi dicek Kadisbudpar," kata Ridwan.

    Saksi mata menyebutkan, korban diduga jatuh lantaran tersangkut kabel yang banyak melintang di sepanjang jalan di wilayah tengah Kota Bandung. Ridwan Kamil mengaku kabel-kabel itu sebenarnya tidak jadi masalah selama penumpang menuruti aturan dan perintah sopir serta pemandu selama perjalanan.

    "Feeling saya dia melamun. Sudah tugas sopir dan guide untuk mengingatkan (menunduk). Pasti ada aturan yang tidak diindahkan," tutur Ridwan.

    Ridwan Kamil menyontohkan pada saat bus Bandros dipakai pawai dan arak-arakan pemain Persib Bandung, Minggu 25 Oktober 2015. Menurut dia, sepanjang 21 kilometer rute yang ditempuh tidak pernah ada masalah. "Sudah bertahun-tahun juga tidak ada yang celaka. Baru kali ini saja," akunya.

    Ditanya soal bantuan, Ridwan mengaku belum bisa memutuskan. Menurut dia, perlu kejelasan pihak yang salah dalam insiden itu. Besar kemungkinan penumpang yang tidak mengindahkan aturan. "Belum tahu (memberikan bantuan). Saya mau jadi orang baik tapi tak selalu saya bantu, harus dilihat dulu."

    Mahasiswa Universitas Parahyangan (Unpar) terjatuh dari bus wisata Bandung Tour on Bus alias Bandros, Rabu, 28 Oktober 2015. Peristiwa nahas itu terjadi di Jalan Wastukencana, tepat di samping halaman Balai Kota Bandung.

    Saksi mata yang berada di sekitar lokasi mengatakan, sebelum terjatuh, korban tampak lompat-lompat di lantai 2 bus Bandros. "Mereka di atas teriak-teriak (bersorak) sambil nyanyi Halo-halo Bandung," ujar saksi bernama Nunu saat ditemui Tempo, Rabu siang.

    Nunu menambahkan, korban yang belum diketahui namanya itu berjenis kelamin laki-laki dengan tubuh agak tambun. Korban tergeletak di jalan dengan luka parah. Ia dikerumuni dan ditolong orang banyak, kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Santo Boromeus.

    Nunu menceritakan, sekitar pukul 11.30, bus Bandros yang membawa puluhan mahasiswa Unpar melintas tepat di depan lokasi kerjanya. Tiba-tiba seorang mahasiswa yang berdiri di balkon atas terjatuh. "Berdarah banyak, enggak berani lihat lama-lama."

    Dede, sopir bus Bandros yang ditemui saat olah tempat kejadian, menjelaskan, bus wisata yang dikendarainya itu berangkat dari Lapangan Tegalega setelah upacara peringatan Sumpah Pemuda ke-87. Di balkon lantai 2 bus terdapat sekitar 20 mahasiswa Unpar.

    Menurut Dede, korban saat itu sedang mengambil gambar dan ada kemungkinan tak mengindahkan peringatan untuk menunduk saat melewati kabel di atas Jalan Wastukencana. "Sebelum naik sudah diingatkan kalau di atas harus menunduk. Duduk juga harus menunduk."

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.