Alibi Arzetti Bertemu Dandim di Hotel: Saksi hingga Dapil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arzetti Bilbina. TEMPO/Dasril Roszandi

    Arzetti Bilbina. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Arzetti Bilbina, anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, mengakui telah bertemu dengan Komandan Komando Distrik Militer Sidoarjo Letnan Kolonel Rizky Indra Wijaya di sebuah hotel di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu, 25 Oktober 2015.

    Namun wanita yang juga berprofesi sebagai aktris dan model itu membantah telah digerebek karena kedapatan berselingkuh dengan Rizky. Arzetti menjelaskan, pertemuannya di hotel itu untuk membahas program dapil.

    “Beliau ingin membantu untuk mengaktifkan teman-teman FPPI agar bisa menyalurkan langsung ke masyarakat dengan program-program di Sidoarjo,” ucap Arzetti kepada Tempo pada Selasa, 27 Oktober 2015.

    Arzetti juga menegaskan, pertemuan itu sepenuhnya untuk urusan pekerjaan karena Rizky datang dengan mobil dinas dan memakai pakaian dinas serta didampingi ajudannya sampai di ruang hotel. Sedangkan Arzetti sendiri didampingi suaminya, Aditya Setiawan atau Didit.

    “Kebetulan Mas Didit keluarga tentara. Kami janjian ketemu Dandim di dapilku di Sidoarjo,” ujar ibu tiga anak itu.

    Sebelumnya tersiar kabar bahwa penggerebekan itu dilakukan atas sepengetahuan Didit, yang merupakan anak purnawirawan perwira tinggi TNI. Setelah mendapat laporan, Wakil Komandan Denpom Divisi Infateri II Komando Strategis Angkatan Darat Kapten Corps Polisi Militer Sandri dan Kapten CPM Prana bertemu dengan Sersan Kepala Arifin, anggota staf Intel Yon Paskhas Malang, yang sudah di lokasi kejadian. Kemudian sekitar pukul 14.30 WIB, mereka menggerebek Rizky bersama Arzetti di sebuah kamar.

    Keduanya lantas dibawa ke Markas Denpom Divif II. Tidak lama kemudian, Didit datang. Dari hasil koordinasi Asisten Intelijen Kodam V/Brawijaya dengan Denpom V/3 Malang, Rizky, Arzetti, dan Didit dibawa ke Markas Denpom V/3 Malang untuk diperiksa.

    LUHUR TRI PAMBUDI | NUR HADI | FRISKI RIANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.