Riau Berpeluang Hujan Lagi, Udara Berangsur Membaik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan mahasiswa Universitas Riau berunjuk rasa sebagai bentuk keprihatinan terhadap bencana kabut asap kebakaran lahan dan hutan, di Kota Pekanbaru, Riau, 23 Oktober 2015. Mahasiswa menuntut Presiden Jokowi bersikap tegas dalam penegakan hukum pembakaran hutan. ANTARA/FB Anggoro

    Ratusan mahasiswa Universitas Riau berunjuk rasa sebagai bentuk keprihatinan terhadap bencana kabut asap kebakaran lahan dan hutan, di Kota Pekanbaru, Riau, 23 Oktober 2015. Mahasiswa menuntut Presiden Jokowi bersikap tegas dalam penegakan hukum pembakaran hutan. ANTARA/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Hujan dengan intensitas ringan-sedang yang mengguyur sejumlah wilayah di Riau kemarin sore membuat kondisi udara berangsur membaik. Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti daerah itu perlahan hilang. Peluang hujan masih terjadi hampir di seluruh Riau.

    "Hujan kemarin membuat titik panas yang terdeteksi berkurang," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Edwar Sanger, Rabu, 28 Oktober 2015.

    Menurut Edwar, indeks standar pencemaran udara di Pekanbaru berada pada level 82 Psi atau sedang. "Titik panas di Riau saat ini nihil," ucapnya.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyebutkan satelit Terra dan Aqua memantau sepuluh titik panas di Sumatera. Jumlah tersebut jauh menurun dibanding pada hari sebelumnya yang mencapai 661 titik. Titik panas terpantau di Sumatera Selatan dengan 4 titik, Bengkulu 3 titik, dan Lampung 3 titik. "Titik panas terpantau pukul 07.00," ujar Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin Widayat.

    Menurut Sugarin, kondisi cuaca Riau berawan diselimuti kabut asap. Peluang hujan dengan intensitas ringan-sedang terjadi pada siang dan sore hari dan hampir merata di seluruh Riau. "Temperatur maksimum 33,5 derajat Celcius," tuturnya.

    Meski sempat diguyur hujan, kabut asap sisa kebakaran hutan masih mengganggu sejumlah wilayah, seperti Rengat dengan jarak pandang 100 meter, Dumai 100 meter, Pelalawan 700 meter, dan Pekanbaru 1.000 meter.

    RIYAN NOFITRA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.