Korban Ketujuh Tragedi Gunung Lawu Warga Blitar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengevakuasi seorang pendaki yang menjadi korban kebakaran hutan di Gunung Lawu, Pos Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur, 18 Oktober 2015. Sebanyak enam orang pendaki tewas dan belasan orang mengalami luka bakar saat terjadi kebakaran di sekitar Pos III hingga Pos IV jalur pendakian Gunung Lawu. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    Petugas mengevakuasi seorang pendaki yang menjadi korban kebakaran hutan di Gunung Lawu, Pos Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur, 18 Oktober 2015. Sebanyak enam orang pendaki tewas dan belasan orang mengalami luka bakar saat terjadi kebakaran di sekitar Pos III hingga Pos IV jalur pendakian Gunung Lawu. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    TEMPO.CO, Magetan - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur berhasil mengidentifikasi jenazah ketujuh korban kebakaran hutan di Lereng Gunung Lawu melalui tes DNA.

    Korban itu diketahui bernama Aris Munandar, 25 tahun, warga Kelurahan Sanan Wetan, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, Jawa Timur.

    Wakil Ketua Tim DVI Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Prima Heru Yuli Hartono, menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan DNA korban identik dengan sampel darah ayah Aris, Suryanto.

    “Maka disimpulkan bahwa jenazah B05 adalah anak biologis Suryanto atas nama Aris Munandar,” kata Heru di Rumah Sakit Umum Daerah Sayidiman, Magetan, Jawa Timur, Senin, 26 Oktober 2015.

    Menurut Heru, DNA yang diperiksa diambil dari sumsum tulang panjang pada paha kiri korban. Sebab, kondisinya paling bagus dibandingkan dengan sidik jari maupun gigi yang rusak akibat hangus terbakar api.

    Tes DNA terhadap Aris membutuhkan waktu sepekan dengan mengerahkan satu dokter spesialis forensik, dua dokter gigi, satu dokter umum, dan sejumlah tenaga paramedis. “Hasil tes DNA-nya disampaikan kemarin, dan hari ini jenazah diserahkan kepada pihak keluarga,” ucap Heru.

    Setelah diserahkan kepada pihak keluarga di rumah sakit, jenazah langsung dikirim ke Blitar untuk disemayamkan dan dimakamkan.

    Direktur RSUD Sayidiman Magetan, Mahatma, mengatakan pengiriman jenazah Ari menggunakan ambulans rumah sakit. ‘’Seperti pengiriman jenazah korban lainnya,” ujarnya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, tragedi Gunung Lawu yang terjadi Ahad, 18 Oktober 2015, mengakibatkan tujuh pendaki tewas. Empat di antaranya adalah warga Ngawi, yaitu Awang Feri Frandika, 25 tahun, warga Desa Dungus, Kecamatan Karangasri; Nanang Setia Utama, 16 tahun, warga Desa Beran, Kecamatan Ngawi; Rita Septi Hurika, 21 tahun, warga Desa Gelung, Kecamatan Paron; dan Sumarwan, 48 tahun, warga Desa Beran, Kecamatan Ngawi.

    Sedanngkan dua korban tewas lainnya berasal dari Jakarta, yaitu Joko Prayitno, 31 tahun, warga Jalan Asia Baru, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat; dan Kartini, 29 tahun, warga Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.

    Adapun satu korban tewas, yang baru saja berhasil diidentifikasi adalah Aris Munandar, 25 tahun, warga Kelurahan Sanan Wetan, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, Jawa Timur.

    Dalam peristiwa itu juga mengakibatkan dua pendaki mengalami luka bakar, yaitu Novi Isti Wanti, 15 tahun, warga Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr Moewardi, Solo, Jawa Tengah; dan Eko Nurhadi, 35 tahun, warga Desa Brongol, Kecamatan Karangjati, Ngawi, yang dirawat di RSUD dr Soetomo, Surabaya.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.