Sumatera Barat Tertutup Kabut Asap, Kualitas Udara Berbahaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabut asap selimut daerah yang dilewati oleh sejumlah pembalap sepeda pada etape ketiga Tour De Singkarak 2015 di Sijunjung, Sumatera Barat, 5 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    Kabut asap selimut daerah yang dilewati oleh sejumlah pembalap sepeda pada etape ketiga Tour De Singkarak 2015 di Sijunjung, Sumatera Barat, 5 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Padang - Sebaran kabut asap semakin meluas. Berdasarkan hasil Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang BMKG  saat ini seluruh wilayah di Sumatera Barat terpapar kabut  asap.

    "Pantauan satelit Himawari-8, hampir secara merata asap menyelimuti Sumatera Barat," ujar Staff Observasi dan Inormasi Stasiun GAW Bukit Kototabang BMKG, Albert, Minggu, 25 Oktober 2015.

    Menurut Albert, asap paling pekat terjadi di bagian tengah dan timur Sumatera Barat. Seperti Dharmasraya, Sijunjung, Sawahlunto dan Tanah Datar.

    "Di selatan, seperti di Solok Selatan juga telihat pekat. Begitu di bagian utara, seperti Limapuluh Kota, Payakumbuh dan Bukittinggi," ujarnya.

    Hasil pengukuran kualitas udara di Stasiun GAW Kototabang, tingkat konsentrasi aerosol atau partikel debu (PM10) berkisaran 384 hingga 442 mikrogram per meter kubik, dengan kualitas udara sangat tidak sehat hingga bahaya.

    Sementara, di Kabupaten Dharmasraya, kualitas udara masih bertahan dengan kategori berbahaya. Malah data Badan Lingungan Hidup Dharmasraya menunjukan, PM10 763,89 mikrogram per meter kubik.

    Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG BIM Budi Iman Samiaji mengatakan, dari pantauan satelit terlihat pertumbuhan awan masih minim. Ini  menyebabkan peluang hujan minim.

    "Jarak pandang di Bandara Minangkabau siang ini, berkisaran 900 meter hingga 1.000 meter," ujarnya, Minggu, 25 Oktober 2015.

    Sekretaris BPBD Sumatera Barat Eliyusman mengatakan, sudah ada beberapa kabupaten dan kota yang telah menetapkan darurat bencana asap, seperti Dharmasraya. Beberapa daerah juga menetapkan status siaga darurat bencana asap, di antaranya, Pariaman, Payakumbuh, Bukittinggi, Solok Selatan dan Limapuluh Kota.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.