Tragedi Gunung Lawu, Keluarga Korban Minta Bantuan Biaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendaki yang melakukan ziarah di Gunung Lawu beristirahat setelah dievakuasi oleh tim gabungan SAR di Pos Pendakian Candi Cetho, Jawa Tengah, 21 Oktober 2015. Sebanyak 11 orang pendaki masih bertahan di puncak Gunung Lawu pasca-kebakaran hutan yang menewaskan 7 orang pada Minggu (18/10). ANTARA FOTO

    Pendaki yang melakukan ziarah di Gunung Lawu beristirahat setelah dievakuasi oleh tim gabungan SAR di Pos Pendakian Candi Cetho, Jawa Tengah, 21 Oktober 2015. Sebanyak 11 orang pendaki masih bertahan di puncak Gunung Lawu pasca-kebakaran hutan yang menewaskan 7 orang pada Minggu (18/10). ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Ngawi - Keluarga korban kebakaran hutan di Lereng Gunung Lawu wilayah Cemoro Sewu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur berharap Perum Perhutani memberikan bantuan biaya pengobatan bagi dua orang yang mengalami luka bakar.

    Kedua korban selamat yang luka bakar itu adalah Novi Dwi Isti Wanti, 15 tahun, warga Desa Beran, Kecamatan/Kabupaten Ngawi yang kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr Moewardi, Solo, Jawa Tengah. Korban luka bakar lain adalah Eko Nurhadi, 35 tahun, warga Desa Brongol, Kecamatan Karangjati, Ngawi yang dirawat di RSUD dr Soetomo, Surabaya.

    "Mudah-mudahan pihak terkait memberikan bantuan untuk biaya perawatan di rumah sakit," kata Suparno, 61 tahun, paman Novi ditemui di Ngawi, Jumat, 23 Oktober 2015.

    Hingga kini, ia mengungkapkan belum ada informasi soal bantuan biaya perawatan bagi kedua korban selamat. Setelah tragedi Gunung Lawu pada Ahad lalu berlalu, pihak keluarga baru menerima santunan uang kematian dari Perum Perhutani, Pemerintah Kabupaten Ngawi, dan satu partai politik.

    Disinggung soal asuransi para pendaki yang menjadi korban kebakaran Gunung Lawu, Suparno mengatakan sudah menerima informasi seputar mekanisme yang harus ditempuh. Pihak keluarga berencana mengurusnya ke Perum Perhutani di Jawa Tengah lantaran para korban masuk jalur pendakian melalui pintu Cemoro Kandang, Kabupaten Karanganyar.

    "Kami diminta menyiapkan syarat-syaratnya seperti hasil visum dari dokter, fotokopi KTP (kartu tanda penduduk), dan foto kopi KK (kartu keluarga)," kata Suparno.

    Kepala Kepolisian Resor Magetan Ajun Komisaris Besar Johanson Ronald Simamora, menyatakan bahwa pihaknya akan memfasilitasi pengurusan asuransi bagi para korban kebakaran Gunung Lawu. Ia berharap agar pihak keluarga menyiapkan sejumlah dokumen yang diperlukan.

    Setelah persyaratan administrasi terkumpul, ia melanjutkan, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan pengelola jalur masuk Gunung Lawu di Cemoro Kandang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. ‘’Itu kewenangan sana (Cemoro Kandang), tapi kami akan memfasilitasi,’’ ucap Johanson.

    Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran hutan di Lereng Gunung Lawu mengakibatkan tujuh orang tewas, empat di antaranya adalah warga Ngawi, dua asal Jakarta, dan satu lainnya belum diketahui identitasnya secara pasti karena kondisinya hangus terbakar. Tragedi itu juga mengakibatkan dua pendaki luka-luka.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.