Rizal Ramli: Beda dengan SBY, Jokowi Presiden Bernyali Besar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SBY dan Jokowi. AP/Mark Baker

    SBY dan Jokowi. AP/Mark Baker

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan Indonesia beruntung memiliki Presiden Joko Widodo, yang bernyali besar. Berbeda dengan Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY, kata Rizal, Jokowi merupakan presiden yang selalu membuat gebrakan baru dalam setiap hal.

    "Presiden Joko Widodo punya nyali dalam menjalankan pemerintahan ke depan, berbeda dengan presiden yang memimpin dua periode ke belakang," ujarnya dalam acara Rembuk Nasional Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-JK bertajuk "Kedaulatan Pangan, Pembangunan Energi, dan Keunggulan Maritim" di Balai Sarwono, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa, 20 Oktober 2015.

    Sebelum Jokowi, Indonesia dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari 2004 sampai 2014.

    Topik Pilihan: Setahun Jokowi-JK

    Rizal mencontohkan acara peringatan hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia ke-70 di Cilegon, Banten, pada 5 Oktober lalu. Ia mengatakan, dalam peringatan HUT TNI tersebut,  seluruh atraksi militer memakai amunisi tajam, termasuk kapal peran, yang menembak dengan bom sungguhan. "Sebelumnya tidak pernah ada upacara militer menggunakan amunisi tajam seperti ini di negara mana pun," katanya.

    Ia mengatakan, bila tembakan itu melenceng 5 derajat saja, peluru bisa mengarah ke tenda yang ditempati elite pejabat Indonesia dan mereka semua bisa tewas. "Tapi mungkin ada bagusnya juga, karena banyak juga elite brengsek yang ada di situ, terutama koruptor," ucapnya sambil tertawa.

    Rizal mengatakan Presiden Jokowi tidak hanya bernyali besar, tapi juga memiliki militansi tinggi dalam memperjuangkan dan memajukan roda pemerintahan. "Kalau mau mengubah Indonesia, harus ada militansi dan punya target jelas, seperti Jokowi," ujarnya.

    ABDUL AZIS

    Baca juga:
    Anggota DPR Dewie Limpo  Resmi Tersangka Suap Rp 1,7  Miliar!
    Begini Kronologi KPK Tangkap Dewie Yasin Limpo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.