HUT Golkar Ke-51, Ical dkk Berziarah ke TMP Kalibata  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, menebar bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata dalam rangka memperingati HUT Golkar Ke-50, 20 Oktober 2015. TEMPO/ Destrianita K

    Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, menebar bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata dalam rangka memperingati HUT Golkar Ke-50, 20 Oktober 2015. TEMPO/ Destrianita K

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Golkar merayakan ulang tahun yang ke-51, Selasa ini, dengan berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Sejumlah kader Golkar hadir dalam acara ini, seperti Ketua Umum Golkar versi Musyarawah Nasional Bali, Aburizal Bakrie; Ketua Fraksi Golkar di DPR, Ade Komaruddin; serta anggota DPR, Tantowi Yahya dan Nurul Arifin. Rombongan Ical ini berada di TMP Kalibata sejak pukul 07.00.

    Mereka melakukan serangkaian acara di tempat ini, seperti tabur bunga dan berdoa di pusara para pahlawan. Setelah berziarah di TMP Kalibata, Ical dan rombongan berencana menggelar kegiatan bakti sosial dengan masyarakat di wilayah Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur.

    Sejarah berdirinya Partai Golkar berawal dari Angkatan Darat yang membentuk Sekretariat Bersama Golkar pada akhir pemerintahan Presiden Sukarno pada 1964 silam. Sekber Golkar ini berasal dari berbagai kalangan organisasi kepemudaan dan profesi.

    Pembentukan Sekber Golkar bertujuan menandingi pengaruh Partai Komunis Indonesia kala itu. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, Sekber Golkar bersalin rupa menjadi Golongan Karya, sekaligus turut serta sebagai peserta Pemilihan Umum 1971. Pada pemilu perdana di era pemerintahan Orde Baru, Golkar meraih suara terbanyak. Kemenangan ini diulangi pada pemilu-pemilu berikutnya, yakni 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997.

    Kejayaan Golkar merosot seiring tumbangnya Presiden Soeharto, yang digulingkan oleh mahasiswa dan masyarakat pada 1998. Pada pemilu berikutnya, yang dipercepat pada tahun 1999, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menjadi pemenang. Sedangkan Golkar berada pada urutan kedua dari 48 partai politik peserta pemilu.

    Pemilihan selanjutnya pada 2004, Golkar kembali menjadi pemenang dari 24 partai peserta pemilu. Ketika Pemilu 2009 dan 2014, Golkar kalah dari Partai Demokrat dan PDIP. Kondisi saat ini, partai berlambang pohon beringin itu terpecah menjadi dua kepengurusan, yakni Golkar versi Munas Bali dengan Ketua Umum Aburizal Bakrie, dan versi Munas Ancol dengan Ketua Umum Agung Laksono.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.