Mengenang Gajah Yongki, Aktivis Satwa Liar Lakukan Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat seekor gajah Sumatera jantan yang ditemukan tewas tak bergading di perkebunan warga Desa Ranto Sabon, Aceh Jaya, (14/7). Gajah Sumatera menjadsi gajah yang dilindungi tetapi masih banyak pemburu yang membunuh gajah ini. FOTO ANTARA/SYAHROL RIZAL

    Warga melihat seekor gajah Sumatera jantan yang ditemukan tewas tak bergading di perkebunan warga Desa Ranto Sabon, Aceh Jaya, (14/7). Gajah Sumatera menjadsi gajah yang dilindungi tetapi masih banyak pemburu yang membunuh gajah ini. FOTO ANTARA/SYAHROL RIZAL

    TEMPO.CO , Jakarta: Banda Aceh – Seratusan massa komunitas pecinta satwa liar yang tergabung dalam Global Marching for Elephant, Rhino and Tiger (GMFERT) Indonesia, menggelar aksi di Banda Aceh, Sabtu 3 Oktober 2015. Mereka menyerukan lawan perburuan dan perdagangan satwa, sekaligus mengenang Gajah Yongki.

    Koordinator Aksi, Cut Evrida Diana mengatakan aksi bagian kampanye global penyelamatan satwa yang dilindungi, terutama Gajah, Badak dan Harimau. “Aksi serupa juga berlangsung di beberapa kota lainnya di dunia,” ujarnya.

    Menurutnya, mereka juga mengenang Gajah Yongki atas jasanya telah membantu pengamanan hutan Sumatera. Yongki yang telah berumur 35 tahun yang selalu bertugas melakukan patroli pengamanan hutan di Lampung, ditemukan mati dan gadingnya dicuri pada 18 September 2015 lalu. “Pembunuhan Yongki menambah daftar panjang satwa yang mati karena perburuan.”

    Baca juga:

    Sebelum Habisi Salim Kancil, Desir Cs Isi Ilmu Kebal ke Kiai
    Amel Alvi dan Gaya Cadar Mendadak Lima Perempuan di Sidang

    Untuk itu komunitas pencinta satwa Aceh mengkampanyekan pentingnya menjaga keberlangsungan hidup satwa yang dilindungi tersebut. Perburuan satwa liar dinilai menjadi kejahatan dunia yang setara dengan kejahatan narkoba.

    Kondisi perburuan sangat memprihatinkan, terutama di Sumatera dan Aceh. Lembaga konservasi dunia IUCN telah memasukan badak, gajah dan harimau Sumatera dalam daftar red list sebagai satwa dengan status terancam punah. Diperkirakan jumlah badak yang ada di seluruh Sumatera tidak lebih dari 100 ekor, jumlah harimau 400 ekor dan gajah tinggal 1.700 saja.

    Sementara itu, Wakil Ketua DPR Aceh, Irwan Djohan dalam orasinya mengatakan komunitas harus terus melakukan kampanye-kampanye untuk memberitahukan kepada semua pihak terkait penyelamatan satwa. “Supaya yang belum mengetahuinya, dapat tahu. Kadangkala yang tidak peduli karena tidak tahu,” tuturnya.

    Aksi selama dua jam diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, juga polisi dan siswa. Mereka mengusung spanduk dan melakukan orasi untuk kampanye melawan perburuan dan perdagangan satwa.

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.