TRAGEDI MINA: Lika-liku Petugas Identifikasi Jenazah WNI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas berdiri disamping jemaah haji yang tewas akibat terinjak-injak saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka. REUTERS/Stringer

    Sejumlah petugas berdiri disamping jemaah haji yang tewas akibat terinjak-injak saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Proses verifikasi jenazah Peristiwa Mina berjalan lamban. Kepala Bagian Informasi Haji, Kemenag, Affan Rangkuti, menyebutkan, hal ini dikarenakan tim identifikasi dari tiap negara hanya diperlihatkan  foto jenazah yang ditempel di dinding ruangan oleh pemerintah Arab Saudi.

    Pemerintah Arab Saudi menyediakan ruangan dengan deretan foto jenazah tragedi Mina. Meski demikian, kemungkinan terjadi kesalahan dalam proses verifikasi itu ada. “Misalnya ketika petugas verifikasi melihat foto jenazah yang tampak seperti wajah jemaah Indonesia, tapi setelah diverifikasi lebih lanjut ternyata jenazah itu bukan orang Indonesia,” kata Affan kepada Tempo, Selasa 29 September 2015.  (Lihat video Misteri Penyebab Tragedi Mina)

    Setelah merasa yakin dengan foto, tim baru mengecek barang bawaan korban. "Kalau memang benar, maka fisiknya dilihat, berkunjung ke mayatnya. Lalu setelah itu dicocokkan lagi ke data yang ada di Kementerian Agama atau ditambah keterangan dari ketua kloter. Setelah itu didapat, lalu diumumkan,” ujar Affan. 

    Affan melanjutkan, misalnya barang yang dibawa jenazah tidak ada, hanya ihram saja, maka tim akan berbicara ketua kloternya. Affan mengatakan barang yang menempel di jamaah ada cincin atau gelang. “Sekecil tanda apapun barang yang dia pakai, itu ditelusuri. Untuk itu pemeriksaan verifikasi harus sangat teliti,”  

    Affan menegaskan bahwa tim hanya boleh masuk ketika proses identifikasi jamaah oleh pihak Arab Saudi selesai dan jenazah sudah dirapikan dengan tanda-tanda dia wafat atau benda-benda yang dia pakai. Yang dikatakan lambat adalah menunggu proses identifikasi dan foto jenazah yang dikeluarkan pihak Arab Saudi.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.