Jasa Kontainer Masih Minim di Parepare

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktifitas bongkar muat Kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 26 Januari 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Aktifitas bongkar muat Kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 26 Januari 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Parepare - Pengiriman barang dalam volume besar menggunakan kontainer masih minim dilakukan di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Jasa pengiriman hanya dilayani satu perusahaan jasa kontainer dan dilakukan dua kali dalam sebulan dengan total 105 ft.

    Menurut Suherman, Kepala Hubungan Masyarakat PT Mentari--perusahaan jasa kontainer di daerah Pelabuhan Cappa Ujung, Kecamatan Soreang Parepare, saat ini perusahaan yang memakai jasa PT Mentari masih sedikit. “Pihak yang memakai jasa kami mayoritas distributor barang campuran. Itu pun tidak sampai sepuluh perusahaan,” ucap Suherman saat ditemui, Senin, 28 September 2015.

    Suherman menjelaskan, rute pengangkutan barang yang dioperasikan adalah Surabaya-Parepare-Kabupaten Bone. Namun barang yang masuk lebih banyak ketimbang yang keluar Parepare. “Satu kali pengiriman itu dari Surabaya rata-rata 105 ft. Kalau dari Parepare minim, hanya 5 ft. Kala harga beras di Jawa tidak stabil, kiriman beras meningkat,” ujarnya.

    Ia menuturkan minimnya permintaan jasa kontainer berlangsung selama satu tahun terakhir. “Kami sudah mendatangi toko besar yang sifatnya grosir. Namun mereka memilih barang dari Makassar, " katanya.

    Suherman berujar, PT Mentari memiliki 15 kapal pengangkut kontainer. Meski begitu, proses pengangkutan masih terkendala karena kondisi Pelabuhan Cappa Ujung tidak memiliki crane di daratan. “Ukuran kontainer di Parepare itu 20 ft. Ukuran 40 ft tidak kami datangkan karena tidak ada crane di daratan," ucapnya.

    General Manager PT Pelindo IV Cabang Parepare Johang Daming menuturkan pihaknya sudah memberikan lahan milik Pelindo untuk ditempati kontainer. Pelindo mendukung dengan memberikan lahan seluas 5.000 meter persegi.

    Ihwal crane darat untuk pengangkatan dari kapal ke lahan, PT Pelindo akan merencanakan hal itu. “Kami tunggu perluasan dermaga. Semoga tahun depan bisa direncanakan,” katanya.

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Parepare, Tasming Hamid, meminta Pemerintah Kota Parepare membuat kebijakan guna terjadinya perputaran di usaha kontainer itu. “Kota besar pasti memiliki beberapa usaha jasa untuk menopang ekonomi. Kehadiran perusahaan jasa sebaiknya dijaga betul, jangan sampai gulung tikar,” ucapnya. Ia berujar, dibutuhkan kebijakan atau regulasi untuk menunjang jasa ini.

    Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Parepare Amir Sabbi menjelaskan, pihaknya berencana menggelar rapat bersama terkait dengan jasa kontainer. “Semua daerah menginginkan pelabuhan. Parepare memiliki dua, yakni Pelabuhan Ajatappareng untuk penumpang dan Pelabuhan Cappa Ujung untuk kegiatan ekonomi di Parepare,” tuturnya.

    DIDIET HARYADI SYAHRIR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.