Kecaman Keras Rachmawati: Saya Sudah Bilang, Jangan Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rachmawati Soekarnoputri. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Rachmawati Soekarnoputri. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno, Racmawati Soekarno Putri  menganggap pemerintah Joko Widodo telah gagal dalam mengatasi kondisi ekonomi saat ini. "Kita semua merasakan kok. Sejak pemilihan presiden saya sudah bilang jangan Jokowi," katanya seusai menghadiri acara penghargaan The Star of Soekarno di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu, 27 September 2015.

    Rachmawati bahkan beranggapan Jokowi sebaiknya diganti. "Ajukan mosi tidak percaya dan diganti," ujarnya.

    Baca juga:

    Kisah Salim Kancil Disetrum, Dibunuh: Ini Sederet Keanehan di Balik Tragedi 
    Ini Duit yang Dipakai Setya Novanto Cs & Ahok: Siapa Boros?

    Mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tanjung  yang hadir pada acara itu juga  mengecam pemerintah. Ia menilai pemerintah tidak fokus dalan menangani sektor ekonomi. "Kebijakan pemerintah tidak memperlihatkan tanda-tanda perbaikan ekonomi," katanya.

    Permasalahan ini menurutnya perlu dilakukan dengan cepat mengingat kondisi saat ini yang tak kunjung membaik. "Dengan tidak mengurangi penghargaan terhadap Presiden yang banyak turun ke daerah dan turun ke masyarakat memberikan bantuan, menurut saya yang penting ada perbaikan kebijakan, yakni  kebijakan yang menjamin ekonomi pulih kembali," ujarnya.

    Akbar juga menilai akan lebih baik bagi pemerintah sekarang untuk memperbaiki kebijakan secepat mungkin. "Itu yang ditunggu, kalau sudah sampai Rp 16 ribu kan bahaya," katanya.

    Sejauh ini pemerintah telah berupaya dengan segala cara untuk memperbaiki kondisi perekonomian,diantaranya dengan mengeluarkan paket kebijakan.Hasilnya? Menurut Presiden Joko Widodo, biar  dunia usaha dan  masyarakat yang menilai.

    "Jangan tanya ke kami, ‎karena kami yang buat kebijakan kok. Tapi setelah ini,  implementasi dari paket ini, pelaksanaannya apa terus harus ditindaklanjuti," kata Jokowi, di sela-sela blusukan di Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Kamis, 10 September 2015. "Jadi tidak hanya berhenti pada paket, tapi terus diikuti, ditindaklanjuti."

    Jokowi mengatakan jika nantinya paket ini positif, diharapkan paket selanjutnya yang akan diumumkan pada bulan Oktober akan semakin baik. Artinya, kata dia, ada stimulus perbaikan ekonomi dari dunia usaha dan masyarakat.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI

    Baca juga:

    Kisah Salim Kancil Disetrum, Dibunuh: Ini Sederet Keanehan di Balik Tragedi 
    Ini Duit yang Dipakai Setya Novanto Cs & Ahok: Siapa Boros?

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.