Mayat Warga Syiah Sampang Akhirnya Dikuburkan di Sidoarjo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga Syiah melintas disamping sebuah selembaran larangan pulang kampung terpasang di pengungsian warga Syiah Sampang di rumah susun Jemundo, Sidoarjo (28/7). Tahun ini adalah yang kedua kalinya bagi 300 pengungsi Syiah Sampang harus merayakan Hari raya Idul Fitri di pengungsian.  TEMPO/Fully Syafi

    Seorang warga Syiah melintas disamping sebuah selembaran larangan pulang kampung terpasang di pengungsian warga Syiah Sampang di rumah susun Jemundo, Sidoarjo (28/7). Tahun ini adalah yang kedua kalinya bagi 300 pengungsi Syiah Sampang harus merayakan Hari raya Idul Fitri di pengungsian. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO , Sidoarjo - Busidin, 65 tahun, warga Syiah Sampang yang meninggal di pengungsian, akhirnya dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Delta Praloyo Asri di Jalan Lingkar Timur, Sidoarjo, Minggu malam, 27 September 2015. Mayatnya sempat disemayamkan cukup lama di Rumah Susun Puspa Agro di Jemundo, Sidoarjo.

    Pemakaman jenazah Busidin di TPU Delta Praloyo Asri dilakukan setelah perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur, dan Kepolisian Resor Sidoarjo bermusyawarah dengan keluarga Busidin. "Alhamdulliah pemakaman sudah bisa kami lakukan," kata petugas BPBD Jawa Timur, Irfan Setyanudin.

    INIKAH TANDA KIAMAT?

    Geger Kiamat 28 September, Apa Hubungan dengan Agama Ini?
    Bulan Darah, 28 September Kiamat? Resah, Ini Kata Gereja

    Sebelumnya, keluarga Busidin tetap berkeinganan memakamkan mendiang Busidin di kampung halaman di Desa Blu'uran, Kecamatan Karang Penang, Sampang, Madura. Keluarga beralasan pemakaman di kampung halaman merupakan wasiat Busidin sebelum meninggal. Namum hal itu diurungkan dengan alasan keamanan.

    Busidin meninggal karena penyakit komplikasi di Rumah Sakit Umum Sidoarjo, Minggu pagi, 27 September 2015. Sebelumnya, Busidin dirawat di Rumah Sakit Siti Khodijah dan sebenarnya mendapat rujukan ke Rumah Sakit Umum Dr Soetomo di Surabaya. Namun, oleh petugas BPBD yang menangani pengungsian, perawatan Busidin diarahkan ke Rumah Sakit Umum Sidoarjo.

    Keberadaan  pengungsi Syiah Sampang di pengungsian dipicu konflik antara warga Syiah dan Sunni pada Lebaran 2012. Saat itu, ratusan warga Sunni dari Sampang dan Pamekasan menyerang serta membakar puluhan rumah milik warga Blu'uran dan Nangkernang. Pembakaran itu menyebabkan seorang warga Syiah meninggal.

    Saat ini jumlah pengungsi Syiah Sampang yang berada di Rumah Susun Puspa Agro di Jemundo, Sidoarjo, sebanyak 320 jiwa, yang terdiri atas 74 keluarga. Mereka berada di pengungsian sejak 20 Juni 2013 setelah sempat ditampung di Gedung Olahraga Sampang selama sembilan bulan. 

    NUR HADI

    BERITA MENARIK
    Disebut Ahok Berotak Kelas Dua, Ini Reaksi Mengejutkan Jaya Suprana
    Dilaporkan Tewas 30 Tahun Lalu, Wanita Ini Ternyata Hidup


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.