225 Jemaah Indonesia Masih Belum Kembali ke Tenda di Mina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenazah jemaah haji yang tewas akibat terinjak-injak saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka. REUTERS/Stringer

    Jenazah jemaah haji yang tewas akibat terinjak-injak saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Daerah Kerja Mekah Arsyad Hidayat mengatakan masih ada 225 jemaah Indonesia masih belum kembali ke tenda di Mina. “Mereka belum kembali mulai saat kejadian sampai dengan tanggal 25 September 2015, pukul 07.00, waktu Arab Saudi,” katanya dalam keterangan pers yang diterima Tempo, Jumat, 25 September 2015.

    Sebanyak 225 jemaah haji Indonesia ini terdiri dari kloter BTH 14 sebanyak 14 orang, kloter SUB 48 sebanyak 19 orang, dan kloter JKS 61 sebanyak 192 orang.

    Arsyad mengatakan kemungkinan besar 225 jemaah itu belum kembali ke tendanya. “Ini penting agar publik tidak langsung memaknai mereka semuanya adalah korban peristiwa Mina,” katanya.

    Sampai pukul 13.00, waktu Arab Saudi, menurut Arsyad, data terkini yang dihimpun petugas penyelenggara haji Indonesia, ada dua orang jemaah Indonesia yang meninggal dunia. Mereka bernama Busyaiyah Saleh Abdul Gafar, 50 tahun, asal Kalimantan Barat kloter BTH 14 serta Hamid Atwii Tarji Rofia, 51 tahun, asal Probolinggo yang tergabung dalam kloter SUB 48.

    “Jumlah yang meninggal bertambah satu orang lagi yang identitasnya masih dilakukan cross check dengan pihak terkait, baik rumah sakit maupun maktab,” kata Arsyad.

    Arsyad mengatakan pemerintah, melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di bawah komando Menteri Agama sekaligus Amirull Hajj, terus melakukan kunjungan dan pemantauan setiap detiknya atas perkembangan terkini peristiwa tersebut. Pihaknya berusaha hati-hati menyampaikan informasi agar keluarga jemaah haji dan masyarakat tidak terpengaruh dengan informasi lain.

    Menteri Agama mengimbau agar masyarakat mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh pemerintah berdasarkan pada data dan fakta. “Ini penting untuk menjaga situasi dan psikologi jemaah haji, keluarga, dan masyarakat di Tanah Air,” katanya.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.