Aktivitas Warga di Sorong Lumpuh Pasca Gempa 6,8 SR

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jayapura - Seorang warga Kota Sorong, Papua Barat, Mikael, mengatakan aktivitas warga di Kabupaten Sorong dan Kota Sorong lumpuh setelah gempa 6,8 Skala Richter (SR). Pagi hingga siang ini sekolah dan perkantoran serta tempat-tempat kegiatan masyarakat seperti pasar dan pusat perbelanjaan tutup.

    “Sejak tadi malam warga masih berjaga-jaga di luar rumah karena khawatir gempa susulan yang masih sering terjadi," kata Mikael, yang juga salah satu koresponden sebuah stasiun televisi berita saat dihubungi melalui telepon, Jumat, 25 September 2015.

    Gempa melanda daerah itu pada Kamis, 24 September 2015, sekitar pukul 24.53. Pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 10 kilometer dan episentrum di 31 kilometer timur laut Kota Sorong, Papua Barat, atau 68 kilometer timur laut Raja Ampat, Papua Barat. Gempa dirasakan sekitar 10-15 detik pada lokasi 0,59 LS-131, 27 BT di tengah laut sekitar 31 kilometer arah timur laut Kota Sorong.

    Mikael belum mendapat kabar adanya korban meninggal dunia akibat gempa itu. Namun sejumlah warga menderita luka-luka dan masih menjalani pengobatan di Rumah Sakit Sele Be Solu, Sorong. "Rata-rata warga luka memar dan terkilir akibat terkena runtuhan bahan bangunan saat gempa."

    Rumah dan bangunan rusak hampir merata di daerah Kota Sorong dan Aimas, ibu kota Kabupaten Sorong. Banyak rumah yang rusak dan rata dengan tanah. Tak sedikit juga bangunan yang temboknya retak.

    “Saya dapat info di daerah KM 12 Sorong ada tanah yang terbelah," katanya. Sedangkan warga pesisir mengungsi ke tempat yang lebih tinggi lantaran takut terjadi tsunami.

    Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Teguh Pudji Raharjo mengatakan dari data yang dimilikinya ada 240 rumah yang rusak mengalami keretakan temboknya dan ada 62 orang luka-luka yang sedang dalam pengobatan di Rumah Sakit Sele Be Solu Sorong.

    "Hingga kini belum ada informasi mengenai korban jiwa dalam peristiwa gempa ini," katanya, Jumat siang, 25 September 2015.

    Teguh juga mengatakan pihak Korem 171/PVT Sorong telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sorong dan BPBD Provinsi Papua Barat. "Pagi tadi BPBD Papua Barat sudah bergerak dari Manokwari ke Sorong.”

    CUNDING LEVI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.