TRAGEDI MINA: Saksi Mata Itu Berkisah, Terhimpit, Kepanasan.

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis memberikan pertolongan kepada jamaah calon haji yang menjadi korban terinjak-injak saat berdesakan di jalan menuju tempat pelemparan jumroh di Mina, Arab Saudi, 24 September 2015. Dalam laporan terakhir korban tewas mencapai 717 orang dan lebih dari 800 orang terluka. Directorate of the Saudi Civil Defense agency via AP

    Petugas medis memberikan pertolongan kepada jamaah calon haji yang menjadi korban terinjak-injak saat berdesakan di jalan menuju tempat pelemparan jumroh di Mina, Arab Saudi, 24 September 2015. Dalam laporan terakhir korban tewas mencapai 717 orang dan lebih dari 800 orang terluka. Directorate of the Saudi Civil Defense agency via AP

    TEMPO.CO, Mekah - Jamaah haji Indonesia dipastikan satu orang meninggal dalam musibah jemaah terinjak-injak di Jalan Arab, Mina, sekitar pukul 07.00 waktu setempat, Kamis 24 September 2015. Tragedi Mina itu terjadi saat mereka menuju jamarat, tempat pelontaran jumroh.

    Ketua Rombongan (Karom) Mugi Suryojaya, dari kelompok terbang 48 embarkasi Surabaya kepada tim Media Center Haji, di Mina, Kamis, melihat langsung jamaahnya bernama Pak Niro meninggal dalam insiden itu. "Kami berangkat melempar jumroh dari Minajadid. Sesampai di di Jalan Arab 204, Mina, sebelum jembatan jemaah numpuk dari dua arah. Lokasinya setelah pasar," tuturnya.

    Baca:
    TRAGEDI MINA: Alasan Jamaah Indonesia Jumrah di Luar Jadwal


    Cerita Aher Soal Detik-Detik Tragedi Mina

    Kepala rombongan itu menjelaskan, jemaah yang mau masuk bertemu dengan jemaah yang akan keluar di jalan itu. "Kami terhimpit, kebanyakan kepanasan dan akhirnya korban berjatuhan," tuturnya. Menurut dia, salah satu korban yang meninggal di Mina merupakan anggota rombongannya.

    "Namanya Niro dari Paiton, Probolinggo. Saat di lokasi kejadian, dia lepas dari saya. Beberapa saat kemudian saya lihat digotong sama askar dan ditaruh di bawah jembatan," katanya. Dia sempat melihat wajah Niro yang digotong dan wajahnya itu lalu ditutup kain ihram.

    Salah satu anggota rombongan yang selamat, Hasan, mengatakan, jenazah Niro itu langsung dibawa askar (petugas Arab Saudi). Ketika kejadian, almarhum berada di belakang posisinya.

    Selanjutnya, slayer hijau jadi pengenal...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.