Jokowi Sumbang Sapi Kurban Seberat 800 Kg ke Pemda Aceh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Presiden Joko Widodo  menyalurkan satu ekor sapi jenis limousine seberat 800 kilogram kepada panitia kurban Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu 16 September 2015. Serah terima hewan kurban itu dilakukan secara simbolis di Gampong Lam Ilie, Indrapuri, Aceh Besar.

    Hewan kurban yang dibeli seharga Rp 55,8 juta dari peternak terbaik di Aceh Besar tersebut disalurkan oleh Staf Sekretariat Istana Kepresidenan, Ismail, kepada panitia kurban Masjid Raya Baiturrahman yang diterima Abdul Karim.

    "Dengan memohon ridha Allah SWT, kami serahkan satu ekor sapi sebagai kurban dari Bapak Presiden Joko Widodo dan keluarga kepada Pemerintah Aceh untuk nantinya dibagi-bagikan kepada yang berhak. Semoga ibadah ini diterima Allah SWT," ucap Ismail saat menyerahkan hewan kurban.

    Ia mengatakan sumbangan hewan kurban oleh Presiden Jokowi tahun ini tidak hanya  di Aceh, namun juga merata di 33 provinsi. Pemberiaan hewan kurban itu, kata Ismail, merupakan salah satu bentuk kepeduliaan antarumat manusia, khususnya sesama muslim.

    Rencananya sapi sumbangan Presiden Jokowi itu akan disembelih bersama-sama dengan hewan kurban lainnya, termasuk sapi sumbangan Gubernur Zaini Abdullah, seusasi salat Idul Adha, Kamis, 24 September 2015.

    Kepala Kantor Penghubung Pemerintah Aceh-Jakarta, Badri Ismail mengatakan telah menghubungi Gubernur Zaini Abdullah dan menyampaikan perihal sumbangan sapi presiden tersebut.

    Gubernur Zaini Abdullah  sedang berada di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. “Hal ini sudah kita laporkan kepada Pak Gubernur, beliau meminta kita untuk menyiapkan semua keperluan dengan baik,” kata Badri Ismail.

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.