Setya Bertemu Donald Trump, Anggota DPR: Naif Banget...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Setya Novanto dan arlojinya. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Ketua DPR Setya Novanto dan arlojinya. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO , Jakarta -  Maman Imanulhaq, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, menyayangkan langkah pimpinan DPR Setya Novanto saat bertandang ke Amerika Serikat. Ia telah melakukan tindakan tidak etis karena menemui politikus Donald Trump saat deklarasi pencalonannya sebagai Presiden Amerika Serikat.

    Setyo menemui Trump bersama pimpinan DPR lain seperti Fadli Zon. "Apa yang dilakukan pimpinan DPR tidak etis. Menodai semangat yang digembor-gemborkan. Naif banget bawa-bawa majalah Time untuk selfie," kata Maman dalam diskusi bertema Trumpgate di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 11 September 2015.

    Sebelumnya sebanyak 5 anggota DPR melaporkan Setya Novanto ke Majelis Kehormatan Dewan. Setya dianggap melakukan pelanggaran etik dalam kunjungannya ke AS itu. Menurut Maman, Majelis Kehormatan Dewan dapat bersikap profesional.

    Baca juga:
    Begini Kalau Jusuf Kalla Bohongi Istrinya
    Mulan Komentari KD-Aurel, Netizen: Minta Maaf ke Bunda Maia!

    Pengamat hukum Refly Harun mengatakan pertemuan Aetyo dan Trump memang menimbulkan efek politik di Tanah Air. "Donald Trump bukan menteri, bukan pula anggota DPR RI. Dia adalah orang biasa. Jadi terlalu besar kalau ketua dan wakil DPR menyempatkan diri bertemu Donald Trump. Ini cermin perasaan inferior. Ini merendahkan martabat bangsa."

    Pengamat politik Sebastian Salang juga menyayangkan kunjungan anggota DPR ke Amerika yang jumlahnya sampai belasan orang. "Seharusnya cukup 3-4 orang saja. Tapi jumlahnya sebanyak 14 orang dan biayanya besar," katanya.

    Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta publik melihat kunjungan Setya Novanto dan Fadli Zone ke Amerika secara positif. Ia menyayangkan atas tindakan laporan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh sejumlah anggota DPR ke Majelis Kehormatan Dewan pada 7 September 2015 lalu.

    Menurut Fahri, kehebohan publik yang terjadi karena kemunculan Setya Novanto dalam kampanye Donald Trump merupakan hal yang berlebihan dan tidak seharusnya diperdebatkan.
    "Dia (Donald Trump) kan belum jadi calon, dia baru konvensi Partai Demokrat dan Republik. Setelah itu masuk TV, disorot, menurut saya itu luar biasa."

    FRISKI RIANA

    Baca juga: Krisdayanti dan Aurel Berpelukan, Ada Pria Banjir Pujian


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.