Warga Bandung Unjuk Rasa Tolak BBM Naik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bandung:Sekitar 200 warga Bandung berunjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), tarif dasar listrik dan telepon, Kamis (10/1). Pengunjuk rasa yang memakai wadah Forum Komunikasi Pemuda dan Mahasiswa Gedebage (FKPMG) itu mengancam akan membakar Depo Pertamina bila tuntutan itu tidak digubris. Pengunjuk rasa juga menuntut Presiden Megawati Soekarnoputri dan Gubernur Jawa Barat Nuriana untuk mundur dari kekuasaan karena gagal melahirkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat. "Selama ini Megawati mengatasnamakan wong cilik. Lalu kenapa dinaikan?" cetus Deden Fakhruroji, Ketua FKPMG. "Pokoknya tolak kenaikan," lanjut Deden. Ia berdalih warga merasa sakit hati dan lapar akibat kelangkaan minyak tanah dan beras. "Untuk mendapat beras dan minyak saja, harus antri seminggu sekali di kelurahan," ujarnya. Warga juga Gedebage terbilang ironis. Meski ada Depo Pertamina dan Kantor Depot Logistik, tapi kelangkaan minyak tanah dan beras juga melanda kawasan tersebut. Sebelum menduduki DPRD Jawa Barat, demonstran terlebih dulu keliling kota Bandung sambil mengibarkan bendera FKPMG. Mereka meneriakan yel-yel anti kenaikan harga. Mereka melewati jalan utama diantaranya seperti Jalan Juanda alias kawasan Dago. Sepanjang perjalanan, bunyi sepeda motor meraung-raung. Akibat aksi itu, puluhan personel dari dari Polresta Bandung Tengah diturunkan untuk berjaga-jaga. Bahkan aparat keamanan berpakaian preman disebar di sekeliling kantor DPRD Jawa Barat, juga menguntit demonstran di perjalanan. Di DPRD sendiri, demonstran diterima Komisi B DPRD diketuai Hidayat Zaeni. Satu jam mereka berdialog. Mereka bersikeras menolak kenaikan harga BBM, listrik dan telepon. Mereka juga mengumandangkan tuntutan, Gubernur Nuriana layak dipecat karena gagal meredam kenaikan harga. “Kami salurkan aspirasi Anda semua, termasuk agar pemerintah daerah melakukan operasi pasar. Hari ini juga kami telepon dan beri memo,” ujar Ketua komisi B DPRD Hidayat Zaeni. (Bobby Gunawan - Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.