Bertemu Trump, Fadli Zon Selfie dan Minta Tanda Tangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Fadli Zon (ketiga kanan) menghadiri upacara sumpah kesetiaan Kandidat presiden A.S, Donald Trump, di Trump Tower, New York, 3 September 2015.  Spencer Platt/Getty Images

    Wakil Ketua DPR Fadli Zon (ketiga kanan) menghadiri upacara sumpah kesetiaan Kandidat presiden A.S, Donald Trump, di Trump Tower, New York, 3 September 2015. Spencer Platt/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon bertemu dengan kandidat presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di New York. Politikus Partai Gerindra itu tak lupa berfoto bersama dan meminta tanda tangan salah satu orang terkaya di dunia itu.

    Dalam foto selfie yang diunggah di akun Twitter-nya, Fadli dan Trump tersenyum lebar. Keduanya memakai jas hitam, kemeja putih, dan dasi merah. "Selfei dengan Donald Trump di Trump Plaza, New York," demikian keterangan foto tersebut yang diunggah akun Twitter @fadlizon.

    Selain itu, Fadli juga meminta tanda tangan Trump untuk koleksi bukunya. Antara lain majalah Time dengan sampul muka Trump bertajuk Deal With It edisi 18 Agustus 2015, serta dua buku karangan Trump berjudul Trump 101 dan Trump: The Art of The Deal. Buku-buku ini, kata Fadli, bakal menjadi koleksi baru di Fadli Zon Library.

    Pimpinan DPR Fadli Zon dan Setya Novanto bertemu Trump pada 3 September kemarin setelah menghadiri forum ketua parlemen sedunia di New York. Pertemuan itu tidak termasuk dalam agenda resmi.

    Seusai bertemu dengan Trump, Setya dan Fadli diajak mengikuti deklarasi pengambilan sumpah kesetiaan Trump untuk kubu Republik yang diadakan di Trump Tower. Pemilik yayasan Miss Universe itu tak lupa memperkenalkan Fadli dan Setya ke publik sebagai teman dekat.

    "Dia dan rombongannya ke sini untuk bertemu saya hari ini dan kami akan melakukan satu kegiatan besar untuk Amerika Serikat, begitukah?" kata Trump saat memperkenalkan Setya.

    "Yes," Setya menjawab. Trump melanjutkan pertanyaannya, "Apakah orang di Indonesia menyukai saya?" Setya menjawab singkat, "Ya, sangat. Terima kasih."

    INDRI MAULIDAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.