Dua Alasan PAN Pilih Lucy Dampingi Rasiyo Lawan Risma

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bidang Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri & Komunikasi dari Fraksi Partai Demokrat, Lucy Kurniasari di gedung MPR/DPR, Jakarta, 23 Mei 2012. TEMPO/Subekti.

    Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bidang Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri & Komunikasi dari Fraksi Partai Demokrat, Lucy Kurniasari di gedung MPR/DPR, Jakarta, 23 Mei 2012. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional Jawa Timur Suyoto mengatakan ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan memilih Lucy Kurniasari sebagai pendamping Rasiyo. Salah satunya, Lucy pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari daerah pemilihan 1 Jawa Timur yang meliputi Surabaya dan Sidoarjo, sehingga PAN dan Demokrat menganggap Lucy mempunyai basis masa di Surabaya.

    “Yang kedua adalah Lucy bisa mewakili tokoh perempuan Surabaya,” ucap Suyoto ketika dihubungi Tempo, Kamis, 3 September 2015.

    Selain itu, PAN ingin pemilihan Wali Kota Surabaya tepat waktu dan dapat menyukseskannya. PAN juga ingin masyarakat Surabaya dapat melaksanakan hak-hak berdemokrasi.

    “Yang terpenting itu,” ujarnya.

    Sementara itu, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Hartoyo menuturkan Lucy merupakan kader yang sangat loyal dengan partai. Selain itu, Lucy mempunyai pengalaman sebagai anggota DPR.

    “Bu Lucy kan dapilnya Surabaya juga waktu jadi anggota DPR, jadi pasti punya pendukung,” kata Hartoyo.

    Lucy, ucap Hartoyo, juga pernah menjadi Ning Surabaya, sehingga dia pasti mengetahui kondisi masyarakat Surabaya. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa dia tahu apa yang harus dilakukan untuk membuat Surabaya lebih baik.

    “Dengan Bu Lucy, kami harap dapat meraih suara yang signifikan dalam pemilihan Wali Kota Surabaya,” ujarnya.

    EDWIN FAJERIAL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.