2.012 Calon Jemaah Haji Asal Kupang Masuk Daftar Tunggu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi haji. REUTERS/Amr Dalsh

    Ilustrasi haji. REUTERS/Amr Dalsh

    TEMPO.CO, Kupang - Sebanyak 2.012 orang calon jemaah haji asal Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, masih dalam daftar tunggu untuk diberangkatkan ke tanah suci Mekah guna menunaikan ibadah haji.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang Ambrosius Korbaffo menjelaskan 2.012 orang calon jemaah haji itu merupakan bagian dari 2.120 orang yang telah mendaftarkan diri sejak 2011 sampai 2015.

    "Yang diberangkatkan pada musim haji 2015 ini sebanyak 108 orang, sehingga masih ada 2.012 orang yang masuk daftar tunggu,” kata Ambrosius saat mendampingi Wali Kota Kupang, Jonas Salean, melepas keberangkan calon jemaah haji, Kamis, 3 September 2015.

    Menurut Ambrosius, 108 orang calon jemaah haji asal Kota Kupang itu termasuk dalam 450 orang calon jemaah haji asal Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diberangkatkan tahun ini.

    Mereka diberangkatkan dari Bandara El Tari, Kupang, menggunakan maskapai penerbangan Citilink menuju Surabaya. Calon jemaah haji asal Provinsi Nusa Tenggara Timur itu lebih dulu masuk Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, dan menuju Mekah pada kelompok terbang 49 pada 11 September 2015 pukul 01.10 WIB dengan menggunakan pesawat Saudi Arabia Air Lines.

    Mereka kembali ke Indonesia pada 19 Oktober 2015. Keesokan harinya, 20 Oktober 2015, diterbangkan dari Bandara Juanda, Surabaya, menuju Bandara El Tari, Kupang.

    Wali Kota Kupang Jonas Salean berharap 108 orang calon jemaah haji asal Kota Kupang itu menjadi lebih religius setelah menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji. "Saya berharap kembali dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur," ujarnya.

    Jonas mengatakan nilai-nilai yang didapatkan selama menjalankan ibadah haji harus bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk mempertinggi motivasi ikut membangun Kota Kupang.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.