Setelah Umumkan 8 Capim KPK, Jokowi Tanya Awak Media

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK (Pansel Capim KPK), Meuthia Ganie Rochman, mendatangi gedung KPK, Jakarta, 30 Juni 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK (Pansel Capim KPK), Meuthia Ganie Rochman, mendatangi gedung KPK, Jakarta, 30 Juni 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo hari ini menerima delapan nama calon pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi rekomendasi dari panitia seleksi calon pemimpin KPK. Setelah menerima delapan nama tersebut, Jokowi langsung mengumumkannya kepada awak media di Istana Merdeka, Selasa, 1 September 2015.(BACA: Berikut Ini 8 Nama Capim KPK Lolos Seleksi)

    Ketika hendak mengikuti acara selanjutnya, Jokowi melewati kerumunan awak media yang sedang mengambil gambarnya. Kemudian, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyapa. "Bagaimana tadi?" begitu Jokowi bertanya. Seorang awak media balas bertanya kepada Jokowi. "Puas enggak, Pak, sama pilihan panitia seleksi KPK?"

    "Loh, ini justru saya tanya sama kalian," ujar Jokowi sambil berlalu dan tersenyum.

    Ketua Pansel Destry Damayanti mengatakan 8 nama dipilih setelah mempertimbangkan hasil tes wawancara, kesehatan, dan catatan rekam jejak dari berbagai lembaga. "Kemudian, tiga hal itu kami gabung di mana lima faktor yang keluar adalah integritas, kompetensi, independensi, leadership, dan pengalaman kerja," ujarnya. (BACA: Masuk Daftar 8 Nama Capim KPK, Begini Komentar Johan Budi)

    Lebih lanjut Destry berharap seandainya bagi mereka yang terpilih ternyata ada catatan-catatan kecil yang tak diketahui pansel, hendaknya gal itu tak menjadi permasalahan besar di kemudian hari. "Karena itu, kami juga sudah bicarakan dengan lembaga penegak hukum," katanya. Seperti diketahui, pimpinan KPK terdahulu terlibat beberapa kasus.

    Berikut ini daftarnya: 

    Pencegahan:
    Saut Situmorang (staf ahli Kepala BIN)
    Surya Chandra (Direktur Trade Union Center dan dosen Unika Atma Jaya)

    Penindakan:
    Alexander Marwata (hakim ad hoc Tipikor)
    Basariah Panjaitan (Kepolisian)

    Manajemen:
    Agus Rahardjo (mantan Ketua LKPP)
    Sujanarko (KPK)

    Supervisi dan Monitoring:
    Johan Budi Sapto Pribowo (Wakil Pemimpin KPK sementara)
    Laode Muhammad Syarif (dosen Universitas Hasanuddin)

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.