Dipasangi Lampu, Kecelakaan di Jalan Tol Tangerang-Merak Menurun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruas jalan tol Jakarta-Merak. TEMPO/Zulkarnain

    Ruas jalan tol Jakarta-Merak. TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO.CO, Tangerang - PT Marga Mandalasakti mengklaim tingkat kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Tangerang-Merak menurun dalam tiga tahun terakhir. "Salah satu faktornya adalah kami pasang ribuan lampu penerangan jalan," kata Direktur Teknik dan Operasi PT Marga Sunarto Sastrowiyoto, Sabtu, 29 Agustus 2015.

    Jalan sepanjang 144 kilometer ini merupakan penghubung Jakarta-Banten-Pelabuhan Merak. Lampu itu telah dipasang sejak 2013. Tahun ini, operator jalan tol itu memasang 50 lampu di titik baru. Saat ini jumlah lampu yang terpasang sebanyak 1.666.

    Menurut Sunarto, pemasangan penerangan jalan umum tersebut bukan kewajiban pengelola jalan tol. Berdasarkan aturan Badan Pengelola Jalan Tol, ucap Sunarto, pengelola hanya diwajibkan memasang lampu penerangan di gerbang tol dan interchange.

    "Tapi kami melakukan ini demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan tol," ujarnya.  Lampu penerangan jalan dipasang di sejumlah titik rawan kecelakaan, seperti Kilometer 66-67, Km 93-99, dan Km 73-74.

    Tahun 2013, kecelakaan terjadi sebanyak 825 kasus, 2014 sebanyak 704 kasus, dan Januari-Agustus 2015 ada 308 kasus. "Faktor penyebab kecelakaan paling banyak karena mengantuk dan tabrak belakang," tutur Sunarto.

    Selain memasang lampu penerang jalan, perusahaan melengkapi jalan tol tersebut dengan kamera pengintai. Saat ini ada 33 titik jalan yang dipantau kamera. "Ada sembilan titik baru yang kami pasang di ruas Jalan Tol Bitung-Balaraja Barat," kata Manager Perencanaan Operasi PT Marga Sri Mulyono. Menurut dia, lampu penerang dan kamera pengintai juga berfungsi mengantisipasi tindakan kriminal di jalan tol.

    JONIANSYAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?