Jokowi Panggil Bos Perusahaan Besar, Ini yang Dibicarakan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi. AP/Pablo Martinez Monsivais

    Jokowi. AP/Pablo Martinez Monsivais

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo hari ini memanggil para bos perusahaan besar untuk bertemu di Istana Kepresidenan Bogor. Dalam kesempatan itu, Jokowi berbicara tentang rendahnya serapan anggaran pada semester I.

    Menurut Jokowi, saat ini ketersediaan dana dari pemerintah pusat maupun daerah cukup, begitu juga pada badan usaha milik negara. "Tinggal belanja, kok, enggak bisa cepat, sehingga diharapkan semester II belanja kuat," kata ‎Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Senin, 24 Agustus 2015.

    ‎Dalam pertemuan itu, Jokowi mengaku tak akan menjelaskan situasi ekonomi lebih panjang. Dia hanya meminta agar merespons cepat masalah yang ada. "Tadi pagi saya juga sudah mengumpulkan gubernur, polisi, serta kejaksaan tinggi."

    Pertemuan itu dihadiri beberapa bos perusahaan besar, baik BUMN maupun swasta. Petinggi perusahaan pelat merah yang hadir antara lain Direktur Utama BTN Maryono, Direktur Utama Pertamina Dwi Sucipto, Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo, bos Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin, serta pengusaha lain.

    Adapun pemilik perusahaan swasta yang hadir antara lain bos Indofood Franky Welirang, pemilik MNC Group Harry Tanoesoedibjo, petinggi Lippo Group James Riadi, hingga Direktur Utama BCA Tjahja Setiatmadja. ‎

    Jokowi juga didampingi para menteri, yakni Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Bapenas Sofyan Djalil, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Kepala BPS Suryamin, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad.

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.