Ini Identitas WNI Korban Bom Bangkok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kerabat dan keluarga korban tewas akibat bom setelah terindetifikasi di Institute of Forensic Medicine, Bangkok, 18 Agustus 2015. Peristiwa pemboman menewaskan 22 orang dan ratusan luka-luka. REUTERS/Chaiwat Subprasom

    Kerabat dan keluarga korban tewas akibat bom setelah terindetifikasi di Institute of Forensic Medicine, Bangkok, 18 Agustus 2015. Peristiwa pemboman menewaskan 22 orang dan ratusan luka-luka. REUTERS/Chaiwat Subprasom

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi memastikan identitas dua korban bom Bangkok asal Indonesia. "Mereka ke sana sebagai turis dan berasal dari Jakarta," kata Retno di Gedung Pancasila, Selasa, 18 Agustus 2015.(Lihat Video Teka-teki Pelaku Bom Bangkok)

    Kedua orang tersebut adalah pasangan suami-istri. Kepastian nasib mereka baru diketahui tadi. "Memang sampai tadi malam kita belum mendapatkan informasi tentang adanya WNI yang menjadi korban bom," ujar Retno. "Tapi, tadi pagi, kita mendapat informasi bahwa ada satu laki-laki 61 tahun yang berada di rumah sakit dalam kondisi luka."

    Pria dalam kondisi luka itu bernama Hermawan Indradjaja. Dia dirawat di Rumah Sakit Huai Chiew, Bangkok. Kemudian diketahui bahwa istri Hendrawan, Lioe Lie Tjing, berada di rumah sakit polisi setempat. Wanita 61 tahun itu ditemukan dalam kondisi tewas.

    Retno mengatakan persiapan operasi sedang dilakukan bagi korban luka. "Mudah-mudahan operasinya lancar." Kementerian Luar Negeri juga berjanji akan terus memberikan bantuan yang diperlukan keluarga korban. (Lihat Video: Bom di Bangkok Tewaskan 19 Orang )

    Setelah menemukan dua korban ini, Retno berujar, tim KBRI di Bangkok akan terus mencari informasi tentang kemungkinan adanya WNI lain yang turut menjadi korban. "Tim turun ke 15 rumah sakit di Bangkok," ucap Retno.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.