RESHUFFLE KABINET: Penunjukan Thomas Serba Mendadak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mata Rahmat Gobel berkaca-kaca saat mendengarkan Thomas Lembong memberi sambutan dalam acara Serah Terima Jabatan Menteri Perdagangan di gedung Kementrian Perdagangan, Jakarta, 12 Agustus 2015. Thomas Lembong menggantikan Rahmat Gobel sebagai Menteri Perdagangan setelah reshuflle kabinet dilakukan oleh Jokowi. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Mata Rahmat Gobel berkaca-kaca saat mendengarkan Thomas Lembong memberi sambutan dalam acara Serah Terima Jabatan Menteri Perdagangan di gedung Kementrian Perdagangan, Jakarta, 12 Agustus 2015. Thomas Lembong menggantikan Rahmat Gobel sebagai Menteri Perdagangan setelah reshuflle kabinet dilakukan oleh Jokowi. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo resmi melantik  Thomas Trikasih Lembong sebagai menteri perdagangan menggantikan Rachmat Gobel. Thomas mengaku proses penunjukannya menjadi menteri serba mendadak. "Saya baru dikasih tahu Pak Presiden tadi pagi, untuk ikut pelantikan jam 1 siang," kata dia usai serah terima jabatan di Auditorium Utama Kementerian Perdagangan. Saat diberi tahu pun, ia mengaku tak tahu akan menjadi menteri perdagangan.

    Tom, sapaan akrab Thomas, mengaku kaget dengan panggilan presiden. Namun, ia melihat panggilan ini sebagai peluang besar, dan dengan senang hati menggunakan kesempatan untuk mengabdi pada negara. Sayang, saat ditanyakan mengenai fokus dan program kerjanya, ia mengaku masih belum terlalu siap. Mantan Mendag Rachmat Gobel pun meminta media untuk jangan terlalu mencerca  dengan program kerja karena ia belum benar-benar mulai bekerja. Tom juga meminta wartawan untuk sabar, karena ia takut salah omong.

    Namun, ia menekankan akan memprioritaskan keberlanjutan kinerja kementerian yang saat ini sudah lancar. "Saya akan kerja keras dan pelajari supaya tak jadi penghambat bagi teman-teman Kemendag semua," kata dia. Gobel pun mengatakan sudah menyampaikan kewajiban-kewajiban seorang menteri perdagangan pada Tom, termasuk tugas-tugas yang harus dikerjakan dalam sisa tahun ini dan yang akan datang. Fokus diletakkan pada penguatan pasar domestik dan peningkatan ekspor.

    "Saya sampaikan, saya berharap apa yang sudah dibangun bisa dilanjutkan. Tentu kalau ada evaluasi, ya harus diperbaiki," kata dia. Ia mengatakan percaya dengan kemampuan Tom untuk menjalani pekerjaan lebih baik daripada dirinya.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo siang ini resmi melantik enam menteri baru di dalam jajaran kabinet kerja. Dalam pelantikan yang berlangsung di Istana Negara siang ini, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 79/P/2015 tentang penggantian beberapa menteri, enam menteri baru yang dilantik yaitu Darmin Nasution sebagai Menteri Koordinator Perekonomian, Rizal Ramly sebagai Menteri Koordinator Maritim, Luhut Binsar Panjaitan yang akan merangkap jabatan sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan dan Kepala Kantor Staf Presiden.

    Sofjan Djalil juga dilantik untuk menggantikan Andrinof Chaniago sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional sementara Rachmat Gobel digantikan oleh Tom Lembong. Pramono Anung diangkat untuk menggantikan Andi Widjajanto.Keenam menteri mengucap sumpah di depan Presiden dan rohaniwan di Istana Negara, Jakarta.

    URSULA FLORENE SONIA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.