Eks Gubernur Atut Chosiyah Ikut Lomba Menyanyi di Penjara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atut Chosiyah (kanan) ditanyai wartawan usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, 29 Mei 2015.  Siti Halimah merupakan terpidana kasus korupsi di Banten yang ditangani oleh kejaksaan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Atut Chosiyah (kanan) ditanyai wartawan usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, 29 Mei 2015. Siti Halimah merupakan terpidana kasus korupsi di Banten yang ditangani oleh kejaksaan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Perayaan menyambut perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2015 semakin dekat. Lembaga pemasyarakatan wanita Kota Tangerang mulai bersiap. Mereka menggelar berbagai ajang perlombaan yang bisa diikuti oleh para warga binaan. Terpidana tujuh tahun penjara, eks Gubernur Banten Atut Chosiyah tak ketinggalan.

    Menurut Kepala LP Wanita Cipriana Murbihastuti, berbagai ajang perlombaan sudah mulai digelar. Salah satu yang amat diminati adalah lomba voli antarblok. “Sudah dimulai lombanya," kata Murbihastuti kepada Tempo, Senin, 10 Agustus 2015.

    Menurut Cipriana, Atut kemungkinan ikut lomba paduan suara. Dia menambahkan, jadwal lomba paduan suara dan lomba baca puisi akan digelar pada Rabu, 12 Agustus 2015.

    Atut--kakak terpidana suap Chaeri Wardhana yang juga suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany ini--mendekam di LP wanita bulan lalu. Dia diboyong ke Tangerang dari Rumah Tahanan Pondok Bambu Jakarta Timur sehari sebelum Lebaran pada Kamis, 16 Juli 2015.

    Setelah tujuh hari di blok masa pengenalan lingkungan (mapenaling), Atut kemudian dipindah ke Blok Mawar. Atut kini berbagi sel bertiga dengan terpidana suap Chairunisa dan Elis. Atut terpaksa ditempatkan bertiga dalam satu sel karena kondisi penjara yang over kapasitas.

    Atut, kata Murbihastuti, juga sudah bisa dibesuk keluarganya. Menurut dia, keluarga Atut, terutama cucu-cucunya, paling rajin menjenguk. Dipastikan pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2015 nanti Atut tidak akan mendapat remisi (pengurangan hukuman) seperti pada saat Lebaran lalu.

    AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.