Pesan Gereja Katedral Bandung untuk Konflik Tolikara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (tengah) didampingi Kapolda Jabar Irjen Pol Putut Eko Bayu Seno (kanan) berbicara dengan Koordinator Gereja Katedral Bandung Pastur Leo Van Beurden, saat meninjau perayaan Misa Natal di Gereja Katedral Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/12) malam. Kunjungan yang dilakukan Gubernur dan Kapolda Jabar merupakan salah satu bentuk tanggung jawab pemprov Jabar untuk memberikan rasa nyaman kepada umat Kristiani dalam melakukan perayaan Natal. ANTARA/Agus Bebeng

    Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (tengah) didampingi Kapolda Jabar Irjen Pol Putut Eko Bayu Seno (kanan) berbicara dengan Koordinator Gereja Katedral Bandung Pastur Leo Van Beurden, saat meninjau perayaan Misa Natal di Gereja Katedral Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/12) malam. Kunjungan yang dilakukan Gubernur dan Kapolda Jabar merupakan salah satu bentuk tanggung jawab pemprov Jabar untuk memberikan rasa nyaman kepada umat Kristiani dalam melakukan perayaan Natal. ANTARA/Agus Bebeng

    TEMPO.CO, Bandung - Pastor Kepala Gereja Katedral Santo Petrus Bandung, Leo van Beurden, berharap agar insiden Tolikara di Papua tidak berdampak luas bagi kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

    Ia mengatkan, keharmonisan antar umat beragama yang sudah terjalin puluhan tahun di Indonesia jangan sampai mudah dipanasi oleh kabar yang belum bisa dipertanggungjawabkan menyoal konflik di tanah Papua yang terjadi pada 17 Juli lalu.

    “Setiap insiden kita sesalkan. Tapi saya sangat berterima kasih kita (pemerintah dan aparat) bisa melokasikan (konflik) sampai situ saja. Jangan sampai ada orang yang memanasi dan meniru di sini,” ujar Leo kepada wartawan, Kamis, 23 Juli 2015.

    Menurut Leo, insiden Tolikara tersebut harus disikapi dengan bijaksana oleh setiap umat beragama. Jangan sampai, insiden tersebut meluas dan merontokan semangat toleransi antar umat beragama yang sudah terjalin di Indonesia. Untuk menjaga keharmonisan antar umat beragama di Indonesia, ia katakan, masyarakat harus bijakasana dalam memamandang perbedaan.

    “Saya selalu berkhotbah, mumpung hidup di dunia ini hanya satu kali mendingan kita hidup menjadi saudara satu sama lain daripada musuh. Mari kita bersama-sama berusaha agar dunia ini menjadi tempat yang nyaman bagi kita semua,” ujar Leo.

    Leo pun mengingatkan, selama puluhan tahun tinggal di Jawa Barat, tak pernah merasa khawatir untuk menggelar kegiatan peribadatan. Selain itu, menurut dia, selama ini jalinan silahturahmi dengan tokoh lintas agama di Jabar berjalan dengan baik.

    “Kemarin, ada FKUB (Forum Kerukunana Antar Umat Beragama) saya berkeliling ke Gubernur, Pangdam, dan tokoh agama. Karena kita harus saling mengenal satu sama lain. Kalau tidak mengenal tidak bisa mencintai,” ujar Leo. “Ternyata jauh lebih banyak kebaikan yang mempersatukan manusia daripada yang membeda-bedakan. Kita harus kerja sama, akhirnya pada tujuannya Bandung dan Indonesia bisa lebih baik dan damai.”

    Siang tadi, Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Komisaris Besar Polisi Angesta Romano Yoyol menyambangi Gereja Katedral Santo Petrus Bandung. Kedatangan polisi ke gereja yang terletak di Jalan Jawa, Kota Bandung tersebut yakni untuk bersilahturahmi sekalian memastikan kepada pihak geraja bahwa kondisi di Kota Bandung kondusif.

    IQBAL T. LAZUARDI S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.