Kerusakan Ekosistem Laut di Pangkep Semakin Mengkhawatirkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyelam mengambil kerangka laba-laba untuk penanaman bibit terumbu karang di wilayah daerah perlindungan Laut pulau Badi, Kepulauan Pangkep, Sulsel, 18 April 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    Penyelam mengambil kerangka laba-laba untuk penanaman bibit terumbu karang di wilayah daerah perlindungan Laut pulau Badi, Kepulauan Pangkep, Sulsel, 18 April 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO , Makassar:   Kerusakan ekosistem laut di perairan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, semakin mengkhawatirkan. Kondisi terumbu karang di perairan daerah itu kebanyakan sudah tidak sehat. Hal tersebut dipicu aktivitas pencurian ikan (illegal fishing)  yang terus terjadi. Kepolisian telah berusaha melakukan penindakan, tapi tindak pidana perusakan lingkungan itu masih terus terjadi.

    Menurut Kepala Kepolisian Resort Pangkep, Ajun Komisaris Besar Moh Hidayat, tinggal sekitar 20 persen terumbu karang yang masih bagus. Sisanya sudah rusak karena illegal fishing.

    "Aktivitas illegal fishing di Pangkep dengan berbagai cara sudah sangat mengkhawatirkan. Itu tidak boleh dibiarkan terus terjadi," kata Hidayat di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Barat, Selasa, 14 Juli.

    Hidayat menambahkan, dalam dua bulan terakhir,  pihaknya berhasil mengungkap sembilan kasus illegal fishing dan mengamankan puluhan orang yang diduga terlibat. Modus para pelaku disebutnya amat beragam antara lain  penggunaan bom ikan,  pukat harimau dan kompresor untuk menangkap ikan.

    "Tapi semuanya bermuara pada perusakan ekosistem laut bila terus dibiarkan," ucapnya.

    Dalam berbagai pengungkapan kasus illegal fishing, Hidayat menyatakan  prihatin karena banyak pelakunya yang merupakan anak di bawah umur. Karena itu, pihaknya hanya memproses pelaku yang sudah dewasa. Namun, Kepolisian tetap memberikan pembinaan bagi masyarakat, khususnya nelayan yang terus melakoni cara penangkapan ikan yang ilegal.

    Kepala Subdit Penegakan Hukum Direktorat Polair Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Barat, Ajun Komisaris Besar Aidin Makadomo, mengatakan pihaknya terus mengintensifkan patroli dan operasi penegakan hukum atas penangkapan ikan secara ilegal. Selain di Pangkep, aktivitas serupa kerap ditemui di Selayar dan Bone.

    Kepolisian, menurut Aidin, tidak sekadar menggalakkan penegakan hukum, melainkan juga sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat, khususnya nelayan. Ia mengatakan selalu mengingatkan agar para nelayan menangkap ikan dengan cara yang ramah lingkungan. "Jangan sampai malah merusak ekosistem maupun biota laut," ucap Aidin.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.