Anggota Kostrad Tewas, Polisi di Lapangan Diimbau Waspada

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anggota kepolisian. ANTARA/Noveradika

    Ilustrasi anggota kepolisian. ANTARA/Noveradika

    TEMPO.CO, Gowa - Kepala Kepolisian Resor Gowa Ajun Komisaris Besar Hery Marwanto mengimbau seluruh polisi di Gowa meningkatkan kewaspadaan saat bertugas. Polisi di lapangan diminta tetap berjaga-jaga dan berperilaku baik. "Terutama dalam memberikan pelayanan ke masyarakat," katanya, Selasa, 14 Juli 2015.

    Imbauan ini disampaikan Hery menyusul tewasnya prajurit TNI dari Detasemen Markas Brigadir Infantri 3 Kostrad 433 Kariango Prajurit Aspin Mallombasang, 22 tahun, setelah diserang sekelompok orang tak dikenal, Minggu. Aspin tewas dibunuh di Lapangan Syekh Yusuf, tepat di depan kantor Bupati Gowa, dengan luka tusukan di bagian dada dan perut.

    Hery mengatakan saat ini kasus tewasnya prajurit TNI itu telah ditangani oleh tim terpadu antara TNI dan Polri. Tim terpadu saat ini sudah memeriksa sedikitnya empat orang saksi terkait kasus ini. "Sementara sudah diamankan di markas Polisi Militer," kata dia.

    Tim terpadu yang terdiri atas Intelijen Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat dan Intel Kodam VII Wirabuana sementara mengidentifikasi hasil rekaman CCTV yang diamankan dari sekitar lokasi kejadian. "Semua CCTV, baik yang di kantor bupati dan di sekitar jalan itu, sudah diamankan," ujar Hery.

    Setelah insiden tewasnya prajurit TNI itu, seketika muncul rumor yang menyebutkan akan adanya serangan balasan atau peristiwa serupa yang bakal terjadi terhadap anggota kepolisian. Untuk mengantisipasi hal itu, seluruh polisi bahkan ditarik dari lapangan dan berkumpul di Mapolres Gowa. "Malam setelah kejadian penikaman itu, seluruh polres siaga satu," kata seorang perwira polisi.

    Banyak pihak yang menduga peristiwa penyerangan ini ada kaitannya dengan tewasnya seorang anggota Polres Gowa Brigadir Irfanuddin dalam insiden penyerangan brutal oleh sekelompok orang tak dikenal di Bundaran Samata beberapa waktu lalu.

    Terkait hal itu, Kepala Penerangan Kodam VII Wirabuana Letnan Kolonel I Made Sutia buru-buru membantah. "Tidak ada kaitannya. Ini tindak kriminal murni," katanya.

    AWANG DARMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.