Sebelum Membunuh, Pelaku Bertanya: Kamu Polisi atau Tentara?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    TEMPO.COMakassar - Komplotan pelaku penyerangan dua anggota Kostrad Kariango, Prajurit Satu Aspin M. dan Prajurit Satu Faturahman, di Lapangan Syekh Yusuf, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Minggu, 12 Juli 2015, masih misterius. Hingga kini, kepolisian dan TNI bersama-sama berusaha mengungkap pelaku dan motif serangan brutal tersebut.

    Juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan motif penganiayaan komplotan orang tak dikenal yang menewaskan Aspin. Kepolisian akan berusaha mengungkap tabir di balik penyerangan terhadap dua anggota Kostrad itu.

    Berdasarkan laporan awal yang diterima Polda, sebelum menganiaya kedua prajurit TNI itu, para pelaku sempat menanyakan identitas korban, "Kamu polisi atau tentara?" Setelah mendapat jawaban dari korban, penganiayaan itu pun terjadi.

    Faturahman yang ditanya pelaku lantas ditikam pada bagian perut. Kendati telah ditikam, Faturahman masih sempat melawan dibantu Aspin. Karena kalah jumlah, keduanya akhirnya kabur untuk menyelamatkan diri. 

    Baca juga:
    Heboh Pohon Uang, Duit Rp 2,6 M Mendadak Jatuh Bak Daun!
    Majikan Tergoda Rayuan Pembantu, Rp 51 Juta Raib

    Faturahman yang melarikan diri masih sempat ditikam pada bagian punggung. Ia berhasil menyelamatkan diri setelah ditolong pengendara sepeda motor yang melintas.

    Sedangkan Aspin yang mencoba menyelamatkan diri tertangkap para pelaku. Salah seorang dari mereka lantas menghunuskan parang dan mengenai dada kiri korban. Setelah melancarkan serangan, gerombolan ini kabur meninggalkan lokasi.

    Aspin dan Faturahman mulanya dibawa ke RS Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, yang berada tak jauh dari tempat kejadian. Namun, karena kondisinya cukup parah, mereka kemudian dirujuk ke Makassar. Faturahman dibawa ke RS Pelamonia, sementara Aspin dilarikan ke RS Wahidin Sudirohusodo. Aspin akhirnya mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 07.47 Wita.

    Pascainsiden itu, beredar rumor yang menyebutkan penyerangan itu diduga berkaitan penyerangan pos polisi di Bundaran Samata, Kamis, 2 Juli lalu. Dalam peristiwa berdarah itu, seorang anggota Kepolisian Resor Gowa, Brigadir Irvanudin, tewas dengan luka parah bekas bacokan di sekujur tubuhnya. Dua rekannya, Brigadir Dua Usman dan Brigadir Mus Muliadi, ikut terluka tapi berhasil selamat.

    Barung membantah adanya hubungan antara penyerangan pos polisi dan penyerangan tentara di Lapangan Syekh Yusuf. Ia menegaskan bahwa anggota kepolisian tidak mungkin melakukan penyerangan itu untuk melakukan balas dendam. Kasus pertama itu masih dalam proses penyelidikan.

    TRI YARI KURNIAWAN

    Baca juga:
    Pengukuhan Prabukusumo: Gawat, Kini Yogya Punya Dua Raja?
    Pilkada DKI: Seru, Ridwan Kamil-Fahira Siap Tandingi Ahok?  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.