Libur Lebaran, Ongkos Travel Jakarta-Bandung Naik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SPBU Petronas di Jalan Ir H Djuanda kini berubah fungsi menjadi travel mobil antar kota, (23/10). Delapan SPBU Petronas di Jakarta, Tangerang, Bandung, dan Medan merugi Rp 219 miliar. TEMPO/Prima Mulia

    SPBU Petronas di Jalan Ir H Djuanda kini berubah fungsi menjadi travel mobil antar kota, (23/10). Delapan SPBU Petronas di Jakarta, Tangerang, Bandung, dan Medan merugi Rp 219 miliar. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Pengelola angkutan travel jurusan Bandung-Jakarta akan menaikkan ongkos selama masa libur Lebaran. Kenaikannya berkisar Rp 15 ribu hingga 20 ribu dari ongkos biasa.

    Salah seorang karyawan di Pusat Panggilan Xtrans, Rani mengatakan, kenaikan ongkos Rp 15 ribu berlaku untuk jurusan Bandung-Jakarta, serta Tangerang atau Bekasi. Khusus tujuan ke bandara Sukarno-Hatta, kenaikannya sebesar Rp 20 ribu. “Berlaku sejak 9-19 Juli 2015,” katanya, Selasa, 7 Juli 2015.

    Perusahaan angkutan  travel lainnya, Day Trans,  belum menetapkan kenaikan ongkos. “Lebaran tahun lalu naik sebesar Rp 15 ribu,” ujar Eko, seorang karyawan di bagian pelayanan. Harga tiket angkutan travel Jakarta-Bandung dan sebaliknya, umumnya berkisar Rp 100 ribu hingga 120 ribu per orang.

    Sementara itu, karyawan  perusahaan angkutan travel  Citi Trans, Pita mengatakan   perusahaan travelnya sampai sekarang belum menetapkan kenaikan tarif mudik Lebaran.  “Sejauh ini ongkos tetap, belum ada perubahan,” ujarnya.

    Berdasarkan keterangan para karyawan sejumlah perusahaan travel tersebut, sampai sekarang belum terlihat lonjakan pemesanan tiket untuk tujuan Jakarta maupun Bandung. Diperkirakan, sepekan lagi atau 13 hingga 16 Juli, pesanan kursi di angkutan travel mulai ramai.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.