Pendaftaran Capim KPK Ditutup Hari Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Tafiequrachman Ruki, Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK (Pansel Capim KPK) Destry Damayanti, Juru bicara Pansel Capim KPK Betty Alisjahbana dan Plt Wakil Pimpinan KPK, Johan Budi mengangkat tangan usai melakukan pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, 9 Juni 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua KPK Tafiequrachman Ruki, Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK (Pansel Capim KPK) Destry Damayanti, Juru bicara Pansel Capim KPK Betty Alisjahbana dan Plt Wakil Pimpinan KPK, Johan Budi mengangkat tangan usai melakukan pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, 9 Juni 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menutup pendaftaran administrasi di Gedung Sekretariat Negara I lantai 2 tepat pada Jumat hari ini pukul 12.00 WIB. Seorang staf Setneg membawa kertas berwarna putih dengan tulisan penutupan pendaftaran ketika Ketua Pansel Destry Damayanti tiba bersama enam anggota lainnya.

    "Jadi kita sudah tutup, baik untuk pendaftaran dan penyusunan berkas," kata Destry di muka pintu ruang pendaftaran, Jumat, 3 Juli 2015.

    Ia menyatakan belum mengetahui pasti soal jumlah akhir peserta yang mendaftarkan diri, termasuk jumlah yang berkasnya belum lengkap. Berdasarkan data per 2 Juli 2015, total pendaftar sebanyak 538 orang. Sekitar 54 persen di antaranya berkas belum lengkap.

    Laporan terakhir dari staf Pansel, menurut Destry, penambahan pendaftar di hari terakhir sekitar 40 orang. Dengan demikian, Pansel memperkirakan jumlah keseluruhan tak akan lebih atau mencapai angka 600 orang. Selain itu, calon yang berkasnya tak lengkap akan otomatis langsung gugur.

    "Mungkin hanya 40 persen yang lolos administrasi karena kami juga harus menyeleksi calon yang sudah sesuai syarat dalam undang-undang. Seperti lulusan sarjana hukum, berpengalaman lebih dari 15 tahun," kata dia.

    Beberapa calon yang terlihat dalam proses pendaftaran di waktu akhir adalah Ketua Bidang Investigasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, pengusaha asal Makassar Tahir Mahmud, dan Direktur Eksekutif Kemitraan Monika Tanuhandaru.

    FRANSISCO ROSARIANS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.