Polisi Dikabarkan Tewas di Suriah, Kapolri Cari Kepastian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian RI  Jenderal Badrodin Haiti berkoordinasi dengan sejumlah stafnya di ruanganya, di Mabes Polri, Jakarta, 23 April 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti berkoordinasi dengan sejumlah stafnya di ruanganya, di Mabes Polri, Jakarta, 23 April 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Depok- Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan masih mencari kepastian informasi seorang polisi Indonesia yang dikabarkan menjadi militan ISIS dan akhirnya tewas. “Itu kan baru informasi, tentu kami akan cek kepastiannya,” kata Badrodin di Kelapa Dua, Depok, 1 Juli 2015.

    Polisi itu bernama Brigadir Syahputra. Polisi yang ikut diduga menjadi militan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) adalah anggota Polres Batang Hari, Jambi. Kabar yang sudah diterima Badrodin adalah Syahputra meninggalkan tempat tugasnya sejak Februari lalu.

    “Ia pamit kepada istrinya, akan ke Medan karena orang tuanya ada di Binjai, Sumatera Utara,” kata Badrodin.

    Syahputra pun, kata Badrodin, meninggalkan wasiat bahwa hartanya dihibahkan ke anaknya. “Istrinya diceraikan,” katanya.

    Polisi sudah menyelidiki orang tua Syahputra. Ternyata, ia sudah berangkat ke Malaysia. Lalu Syahputra pun sudah mengundurkan diri dari dinas Polri.

    Badrodin dan timnya masih berpikir Syahputra masih berada di Malaysia, tapi ternyata info terakhir menyebutkan Syahputra bergabung dengan ISIS.

    “Kemudian kemarin kami dapatkan beritanya yang bersangkutan meninggal di Suriah,” kata Badrodin menjelaskan tentang kasus salah satu anggota polisi itu.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.