Musim Kemarau, 5 Waduk di Jawa Tengah Mengering  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membawa air di kawasan Waduk Ndondong kawasan Kecamatan Saptosar, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Selasa (30/8). Selama tiga bulan hujan tidak turun mengakibatkan warga kesulitan air.(TEMPO/Tony Hartawan)

    Warga membawa air di kawasan Waduk Ndondong kawasan Kecamatan Saptosar, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Selasa (30/8). Selama tiga bulan hujan tidak turun mengakibatkan warga kesulitan air.(TEMPO/Tony Hartawan)

    TEMPO.COSemarang - Musim kemarau di Jawa Tengah sudah mengakibatkan lima waduk di wilayah ini mengering. “Dari jumlah 39 waduk, sudah ada lima yang mengering,” kata Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Tengah Prasetyo Budhi Yuwono di Semarang, Rabu, 1 Juli 2015.

    Lima waduk yang mengering itu adalah Waduk Brambang (Sragen), Blimbing (Sragen), Botok (Sragen), Gunungrowo (Pati), dan Sanggeh (Grobogan). “Kondisi di waduk-waduk lain di Jawa Tengah juga sudah terancam kehabisan air,” ujarnya. 

    Dinas Pengelolaan Air Jawa Tengah memprediksi, jika dalam waktu dekat tidak turun hujan, debit air di 10-15 waduk lain akan habis pada Agustus 2015. “Kami akan melakukan berbagai antisipasi, agar kekeringan waduk tidak mengganggu lahan pertanian,” ucap Prasetyo. Solusinya antara lain membuat sumur pantek dan saluran suplesi. 

    Prasetyo menjelaskan, beberapa waktu lalu, instansinya menerima laporan mengenai permasalahan pasokan air untuk lahan pertanian yang akan memasuki masa panen di Kabupaten Pati. Dinas PSDA akhirnya mengalirkan air dari Waduk Kedungombo ke wilayah Pati. “Ini juga tak bisa lama. Sebab, cadangan air di Waduk Kedungombo juga terbatas,” tuturnya.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.