Aktif Lagi di Twitter, Jokowi: Biar Dapat Masukan Langsung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • unrealstudio.com

    unrealstudio.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo memutuskan kembali aktif di media sosial Twitter. Presiden yang biasa dipanggil Jokowi ini mengganti alamat akun resmi sebelumnya, @jokowi_do2 menjadi @jokowi. Dan setelah lebih dari enam bulan menjadi Presiden, Jokowi mencuitkan tweet pertamanya, Minggu pagi, 21 Juni 2015, saat sahur bersama keluarganya.

    "Alhamdulillah bisa sahur bersama keluarga. Selamat berpuasa saudaraku semua. Ini tweet pertama saya sebagai presiden. -Jkw" tulis Jokowi di linimasanya. Cuitan perdana ini juga bertepatan dengan ulang tahun Jokowi ke-54.

    "Saya memang sudah cukup lama tidak aktif di Twitter. Di bulan suci Ramadan ini, saya terinspirasi untuk mulai aktif kembali," ujar Jokowi seperti dikuti dari pernyataan resmi Tim Komunikasi Presiden. "Selain untuk menyampaikan berbagai kegiatan dan pemikiran untuk bangsa, saya juga ingin mendapat masukan langsung dari masyarakat mengenai berbagai persoalan di lapangan yang mungkin luput dari perhatian pemerintah."

    Sementara itu, Ketua Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki menyatakan, Twitter yang memiliki 302 juta pengguna aktif di seluruh dunia dan lebih dari 20 juta pengguna aktif di Indonesia, menjadi salah satu platform media sosial yang dipilih Presiden Joko Widodo untuk berkomunikasi dengan publik. "Selain Twitter, Presiden Joko Widodo juga menggunakan akun resmi Facebook terverifikasi untuk keperluan yang sama."

    Penggunaan Twitter dan Facebook oleh Presiden Jokowi ini, kata Teten, diharapkan bisa menjawab kebutuhan transparansi komunikasi Presiden kepada masyarakat.

    "Keberadaan akun media sosial bagi para pejabat negara dipandang penting sebagai sarana informasi dan komunikasi untuk menyampaikan berbagai program aksi kebijakan dan kemajuannya kepada masyarakat," ujarnya.

    PRAGA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.