Kebakaran Rumah Hanguskan Ibu dan Anak di Manado  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kebakaran. REUTERS/Mohamed Amine ben Aziza

    Ilustrasi kebakaran. REUTERS/Mohamed Amine ben Aziza

    TEMPO.COManado - Ibu dan seorang putranya tewas dalam kebakaran rumah di Kelurahan Malalayang Satu Lingkungan VII, Kecamatan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, pada Rabu tengah malam, 17 Juni 2015. Keduanya ditemukan di dalam kamar mandi dengan posisi si ibu tertelungkup di samping bak mandi dengan sang anak dalam dekapannya.

    Si ibu, Dione Karepu, 32 tahun, seperti berusaha sebisa mungkin melindungi putranya, Jonathan Gaheto, 8 tahun, dari kobaran api. Tapi upayanya sia-sia, karena keduanya ditemukan hangus terbakar. 

    Kepala Kepolisian Sektor Malalayang Ajun Komisaris John Batewa mengatakan pihaknya belum menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran itu. "Dugaan sementara, akibat korsleting listrik," ujar Batewa, Kamis, 18 Juni 2015.

    Ia memperkirakan, saat terbangun karena merasakan panas dari api yang membesar di dalam rumah, korban panik. Korban hanya bisa berlindung di dalam kamar mandi. "Tidak ada akses jalan keluar lewat belakang rumah, sehingga keduanya berdiam di dalam kamar mandi," kata Batewa.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, pada saat kejadian, kedua korban sedang tidur di kamar samping. Adapun kepala keluarga, Djeffry Gaheto, 30 tahun, sedang berada di Pantai Malalayang melihat teman-temannya sesama nelayan yang sedang mencari ikan.

    Tidak ada keterangan pasti ihwal penyebab kebakaran di rumah milik kepala lingkungan Dantje Gahet, 62 tahun, tersebut. Namun, saksi mata, Os Pokatong, 28 tahun, mengatakan melihat asap dan api yang membesar dari ruang tamu rumah itu saat melintas di dekatnya dengan sepeda motor sekitar pukul 22.30 Wita.

    Pokatong bersama tetangga lain lalu mengabarkan ihwal kebakaran itu kepada suami korban, yang kemudian menuju rumahnya dan menelepon Radio Antar Penduduk Indonesia Rescue dan regu pemadam kebakaran Pemerintah Kota Manado. Api bisa dipadamkan sekitar satu jam kemudian, sementara kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Prof dr R.D. Kandou Malalayang.

    ISA ANSHAR JUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.